Breaking News:

Berita Kubar Terkini

Dugaan Korupsi di Perusda SMS Kubar Rugikan Negara Rp 1,2 Miliar

Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Barat menyebutkan nilai kerugian negara dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Penulis: Zainul | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Kutai Barat, Iswan Noor didampingi Kasi Intel Kejari Kubar Ricky Panggabean saat konferensi pers pengungkapan kasus Tipikor di Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Barat menyebutkan nilai kerugian negara dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) yang terjadi di lingkungan perusahaan daerah (Perusda) Kutai Barat yakni PT Sendawar Maju Sejahteraan (SMS) bernilai cukup fantastis. 

Ya, dalam kasus Tipikor itu melibatkan Herjon Noperi yang merupakan mantan Direktur PT SMS yang kemudian menimbulkan kerugian negara senilai Rp 1.237.000.000 miliar. 

Saat ini, sidang kasus dugaan tindak pidana korupsi PT SMS yang kini telah berganti nama menjadi PT Witelteram itu telah memasuki babak akhir.

Hal ini setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kutai Barat melayangkan tuntutan 9 tahun kurungan badan terhadap Herjon Noperi.

Baca juga: Bupati dan Kejari Kubar Musnahkan Barang Bukti Kejahatan

Baca juga: Kejari Kubar Segera Beberkan Hasil Penanganan Sejumlah Kasus Korupsi Terbaru 

Baca juga: Kejari Kubar Sebut Kasus Korupsi DD Kampung Dasaq Masih Tunggu Putusan Pengadilan

Selain kurungan badan, Herjon Noperi juga wajib membayar denda senilai Rp 200 juta.

Menurut Kasi Pidsus Kejari Kubar, Iswan Noor denda Rp 200 juta tersebut bisa diganti dengan kurungan penjara selama 3 bulan apabila Herjon Noperi tidak dapat membayar pasca putusan sidang oleh Hakim Pengadilan Tipikor Samarinda.

Kerugian negara sebanyak Rp. 1.237.000.000 ini sebagaimana dinilai berdasarkan perhitungan BPKP yang menyatakan kerugian sebesar sekitar Rp 1 miliar.

"Dari kerugian itulah kami dari Penuntut Umum menuntut berdasarkan keterangan ahli,” kata Iswan Noor, Selasa (14/9/2021).

Dia menyebutkan dari total kerugian Rp 1,2 miliar lebih itu, baru dikembalikan oleh terdakwa sebesar Rp 200 juta sejak tahun 2018.

Sehingga terdakwa Herjon Noperi diwajibkan membayar uang pengganti Rp 1 miliar lebih.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved