Breaking News:

Virus Corona di Bontang

Pembelajaran Tatap Muka, SDIT Cahaya Fikri Bontang Fokus Edukasi Prokes Covid-19 ke Siswa

Satu persatu sekolah di Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur, kini resmi gelar pembelajaran tatap muka

Penulis: Ismail Usman | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Penerapan pembelajaran tatap muka perdana yang tengah berlangsung di SDIT Cahaya Fikri Bontang Selatan, Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur.  

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Satu persatu sekolah di Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur, kini resmi gelar pembelajaran tatap muka. Salah satunya adalah SDIT Cahaya Fikri di Bontang Selatan.

Sejak dari pagi tadi, sejumlah murid SDIT Cahaya Fikri Bontang kini mulai mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka.

Dari pantauan media ini, sejumlah murid yang mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD). Seperti masker, face shield, hand sanitizer.

Wali Kelas I SDIT Cahaya Fikri, Agus menuturkan jika kegiatan pembelajaran tatap muka perdana ini tidak diikuti seluruh siswa.

Baca juga: Update Covid-19 Bontang Senin 13 September 2021, Pasien Sembuh 53 Orang, 2 Meninggal Dunia

Baca juga: Gelar Vaksinasi di Bontang, BIN Sasar 2.000 Pelajar dan 500 Dosis Vaksin Bagi Warga Tanjung Laut

Baca juga: Update Covid-19 Bontang, Selasa 14 September 2021, Pasien Sembuh 47 Orang, Satu Meninggal Dunia

Sebab masih ada sejumlah orang tua siswa yang belum memberikan izin anaknya untuk mengikuti pembelajaran tatap muka.

Sebenarnya, jumlah siswa per kelas dibatasi hanya 15 murid.

Khusus kegiatan pembelajaran tatap muka di kelas I ini hanya diikuti 9 hingga 12 murid per kelas.

"Karena tidak semua dapat izin dari orang tua. Jadi kalau di kelas I segini aja dulu," terangnya saat ditemui di ruang kelas, Selasa (14/9/2021).

Baca juga: Update Covid-19 Bontang Minggu 12 September 2021, Sebanyak 70 Pasien Sembuh 6 Orang Meninggal

Penerapan pembelajaran tatap muka ini akan berlangsung selama tiga jam untuk satu mata pelajaran.

Konsep pembelajaran tatap muka perdana ini sementara waktu hanya memberikan pemahaman tentang ketaatan prokes dan mengulas kembali beberapa pelajaran yang sebelumnya diberikan saat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Selain itu, untuk sepekan ini juga para guru lebih fokus memberikan rangsangan belajar para siswa yang sempat menurun dratis selama PPJ.

"Karena ini percobaan, jadi mapel cuman satu aja. Kami masih mau lihat perkembangan anak selama PJJ lalu," terangnya.

Baca juga: Kantongi Izin Rekomendasi dari Disdikbud, Besok 9 Sekolah di Bontang Mulai Gelar PTM Terbatas

Pasca sepakan pembelajaran tatap muka nanti, pembelajaran akan dimulai sesuai jadwal mapel yang sudah ditetapkan.

Setiap angkatan menggelar pembelajaran tatap muka hanya dua kali pertemuan dalam sepekan.

Mapel yang di pembelajaran tatap muka kan pun hanya pelajaran penentu untuk ujian kenaikan tingkat.

"Jadi tidak semua, karena cuma dua kali pertemuan dalam seminggu," bebernya.

Sejak pembelajaran tatap muka yang digelar pagi tadi sejuah ini belum ada kendala. Selama tiga jam, seluruh siswa tidak diberikan waktu untuk bermain.

Jam istirahat siswa hanya dalam kelas dan tidak boleh meninggal kan tempat. Khususnya bagi kelas I yang dianggap sulit diatur.

Namun sejauh ini, pembelajaran tatap muka yang digelar sejak pagi tadi ini belum ditemukan ada kendala.

"Biar mempermuda pengawasan. Jadi tidak ada istirahat. Apalagi kelas I kan memang sulit diberi pemahaman," bebernya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved