Breaking News:

Bongkar Kios di Samarinda

Pembongkaran Kios di Gang Ahim Samarinda, Pemkot Telah Beri Biaya Mandiri

Pemerintah kota (Pemkot) Samarinda telah memberikan waktu selama tiga bulan kepada pemilik kios Gang Ahim, Sempaja Selatan

Penulis: Hanifan Ma'ruf | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Pembongkaran bangunan kios di Gang Ahim, Kelurahan Sempaja Selatan, Samarinda Utara, Selasa (14/9/2021). TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah kota (Pemkot) Samarinda telah memberikan waktu selama tiga bulan kepada pemilik kios Gang Ahim, Sempaja Selatan, Samarinda Utara,  untuk dapat membongkar sendiri kiosnya.

Bahkan melalui Walikota Samarinda, Andi Harun juga memutuskan memberikan dana biaya pembongkaran sebesar Rp 2,5 Juta per bangunan, agar dengan uang itu pemilik kios melakukan pembongkaran sendiri.

Namun hingga batas waktu yang ditentukan pembongkaran juga urung dilakukan oleh pemilik kios yang berada di sepanjang Gang Ahim tersebut.

"Ya, mereka keberatan untuk membongkar, tetapi saya katakan untuk tetap dibongkar karena ini demi kepentingan umum terkait bangunan liar," ujar Walikota Andi Harun saat ditemui di balai kota Samarinda pada Selasa (14/9/2021).

Baca juga: BREAKING NEWS Pemkot Samarinda Bongkar Kios di Sepanjang Jalan Ahim Sempaja Selatan

Baca juga: Pemilik Kios Sempat Menolak, Satpol PP Tetap Lanjutkan Pembongkaran di Gang Ahim Samarinda Utara

Baca juga: Pembongkaran Cafe Depan Hotel Harris Samarinda Dilanjutkan Pemilik Bangunan, Pemkot Pantau Eksekusi

"Kita bantu biaya pembongkaran atau kerohiman Rp 2,5 juta per bangunan, itu memang tidak cukup tapi itu yang kami putuskan," terang Walikota lebih lanjut.

Walikota Andi Harun juga menyebutkan bahwa pemkot tidak bisa menjanjikan lahan relokasi karena diakui tidak mudah untuk memenuhinya.

"Tapi saya sampaikan ayo ini kota kita sendiri, pemerintah tidak cukup untuk menangani persoalan banjir, harus melibatkan komponen masyarakat," sebutnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kaltim tersebut berharap masyarakat sadar bahwa sesuai peraturan tidak boleh membangun tanpa izin, apalagi di atas drainase yang dapat mengganggu kepentingan umum.

Meski sempat terjadi penolakan oleh warga di lokasi pembongkaran, aparat gabungan dari Satpol PP, Dinas PUPR dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tetap melanjutkan pembongkaran kepada 33 kios di Gang Ahim tersebut.

Baca juga: NEWS VIDEO Pelaku Pembongkaran dan Pencurian Rumah Kosong Kedoya Ditangkap, Polisi Ungkap Identitas

Dengan peralatan manual, menggunakan palu, gergaji mesin dan linggis, petugas merobohkan satu persatu bangunan semi permanen yang berdiri di atas saluran air.

"Kita tidak mungkin melayani ganti rugi terus yang seharusnya kita keluarkan, kita mengeluarkan uang kan harus ada aturannya, dan Rp 2,5 juta ini pun bentuk empati kami," Pungkas Andi Harun.

Adapun alasan dibongkarnya kios-kios tersebut adalah karena diindikasikan dapat menghambat saluran air yang berada di bawahnya.

Sehingga berpotensi menyebabkan banjir di sekitar kawasan itu.

Selain itu, bangunan yang dianggap liar oleh Pemkot Samarinda itu juga dinilai melanggar peraturan daerah (Perda) nomor 34 tahun 2004 tentang Penataan bangunan dalam wilayah Kota Samarinda. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved