Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Bersama-sama Memeras Perusahaan, Kapten Kapal Diancam Lewat Sehelai Pita Merah di Kutai Barat

Polda Kaltim amankan 7 tersangka berinisial RS, SI, DW, MS, AS, OIS dan RY karena tindak kriminal yang mereka lakukan bersama-sama.

Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Polda Kaltim mengamankan 7 tersangka tindak premanisme berupa pemerasan sekaligus pengancaman di kawasan Kabupaten Kukar. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Polda Kaltim amankan 7 tersangka berinisial RS, SI, DW, MS, AS, OIS dan RY karena tindak kriminal yang mereka lakukan bersama-sama.

Para tersangka melakukan pemerasan sekaligus pengancaman terhadap kapten kapal beserta 18 ABK milik PT SMA, perusahaan yang bergerak di bidang penjualan kayu.

Direskrimum Polda Kaltim, Kombes Pol Subandi mengatakan bahwa aksi premanisme tersebut sudah direncanakan. Tidak serta-merta ada kesempatan, lalu berbuat pada saat itu juga.

Meski begitu, ia menepis saat disinggung bahwa kerja para tersangka berlangsung terstruktur. Sehingga baginya, kejahatan ini tetap termasuk perbuatan yang dilakukan oleh individual.

Subandi memaparkan kronologi yang terjadi pada saat para tersangka melakukan tindakan premanisme tersebut.

Baca juga: Diduga Aksi Pemerasan ke Perusahaan di Kukar, 7 Tersangka Dibekuk Polda Kaltim

Baca juga: Belum Ada Indikasi Premanisme, Kapolres Kutim Imbau Warga Laporkan Aksi Pemerasan ke Nomor 110

Baca juga: Mengaku Anggota Polri dari Densus 88, Pria Ini Lakukan Pemerasan dan Raup Rp 8,5 Juta

Dijelaskan Subandi, kejadian bermula pada Jumat (3/9/2021), sekira pukul 22.00 Wita. Dimana kapten kapal berinisial US bersama 18 ABK-nya tengah berlayar menggunakan kapal bernama Biak 18.

"Kapal tersebut sedang berlayar memuat kayu dari Kutai Barat menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan," ujar Subandi, Rabu (15/9/2021).

Setibanya di kawasan Loa Duri, US dihubungi melalui panggilan oleh tersangka SI dan DW. Para tersangka, kata Subandi, menanyakan di mana kapal Biak 18 akan berlabuh.

US sendiri membeberkan bahwa kapal yang ia awaki, akan bersandar di pangkalan milik PT TKN, Kelurahan Loa Dun, Kabupaten Kukar.

"Lalu tersangka SI mengatakan lewat telepon itu, kapal Biak 18 telah melanggar peraturan sekelompok orang tersebut karena memutus pita merah yang mereka pasang di Kutai Barat," lanjut Subandi.

Baca juga: NEWS VIDEO Kasus Dugaan Pemerasan Oknum ASN dan Penyelenggara Negara di Berau

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved