Breaking News:

Virus Corona di Balikpapan

Dugaan Jual Beli Vaksin Covid-19 Rp 315 Ribu, Dinkes Balikpapan Bakal Lapor Polisi

Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, menemukan dugaan penyelewengan jual beli vaksin Covid-19

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengaku mendapat aduan masyarakat mengenai temuan dugaan penyelewengan jual beli vaksin Covid-19. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, menemukan dugaan penyelewengan jual beli vaksin Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengaku mendapat aduan masyarakat mengenai hal tersebut.

Dugaan jual beli vaksin Covid-19 muncul dalam kegiatan vaksinasi yang dilakukan oleh panitia penyelenggara yang bekerjasama dengan DKK.

"Bahwa ada tanda petik penjualan atau penawaran vaksin dengan harga Rp 315 ribu," ujarnya, Rabu (15/9/2021).

Baca juga: Kebut Capaian Vaksin Corona, Satgas Covid-19 Balikpapan Targetkan 50 Persen Pekan Ini

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Balikpapan, Mobilitas Warga Diperketat dan Aturan Baru soal Pernikahan

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Balikpapan, Klaster Minimarket di Graha Indah, Satgas Tutup Lokasi 5 Hari

Sebelumnya, memang ada beberapa kelompok yang juga mengenakan biaya di angka Rp 15 ribu atau Rp 20 ribu kepada peserta vaksin.

Namun, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan masih memaklumi. Sebab, digunakan untuk memenuhi biaya operasional kegiatan.

"Tapi kalau sudah sampai Rp 315 ribu, sudah seperti vaksin yang dijual. Ini tidak boleh, karena seluruh vaksin gratis dari pusat," terangnya.

Wanita yang kerap disapa Dio itu mengaku memiliki bukti yang bisa menjerat oknum pelaku jual beli vaksin Covid-19.

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Balikpapan, 11 Anak-anak Kena Positif Covid-19

Bukti itu berupa penawaran, format pendaftaran, serta rekaman video dari yang menawarkan keoada yang akan membeli atau membayar vaksin.

"Oknum di Balikpapan. Kami tengah upayakan pelaporan dan saya akan konsultasikan dulu dengan aparat mengenai masalah ini," tegasnya.

Sementara itu, Dio pun telah melakukan klarifikasi terhadap panitia penyelenggara yang bekerjasama dengan pihaknya tadi malam.

Ia mengatakan, jika dugaan jual beli vaksin memiliki keterkaitan dengan panitia maka pihaknya akan menghentikan kerjasama tersebut.

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Balikpapan, Target Vaksinasi Dikebut, Cakup 50 Persen Guru Hingga Pekan Depan

"Tapi pihak panitia penyelenggara menjamin bahwa mereka tidak terlibat dalam penjualan, sehingga vaksinasi tetap berjalan hari ini di Dome," jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Kesehatan Kota Balikpapan akan menyerahkan proses hukum dugaan jual beli vaksin kepada pihak berwajib alias kepolisian.

"Yang jelas kalau dari panitia penyelenggara juga telah memberi klarifikasi bahwa vaksin yang diinisiasi pihaknya tidak berbayar," tandas Juru Bicara Satgas Covid-19 Balikpapan itu. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved