Breaking News:

News Video

NEWS VIDEO Suroto, Peternak yang Bentangkan Spanduk ke Jokowi Diundang ke Istana Presiden

Presiden Joko Widodo mengundang Suroto, peternak ayam yang membentangkan poster saat presiden melakukan kunjungan kerja di Blitar.

Editor: Wahyu Triono

TRIBUNKALTIM.CO - Presiden Joko Widodo mengundang Suroto, peternak ayam yang membentangkan poster saat presiden melakukan kunjungan kerja di Blitar, Jawa Timur pada Selasa (7/9/2021).

Rencananya Suroto akan bertemu dengan Presiden Jokowi pada Rabu (15/9/2021).

"Iya betul," ujar Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono dikutip dari Tribunnews.com.

Suroto akan bertemu Presiden dengan sejumlah perwakilan peternak ayam lainnya yang juga diundang Presiden ke istana. "Bersama peternak lainnya," katanya.

Sementara itu Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman mengatakan dengan diundangnya peternak ayam tersebut oleh Presiden menegaskan bahwa kritik merupakan jantung demokrasi.

"Alhamdulillah sekali lagi kami menegaskan kritik itu jantung demokrasi, sesuai pasal 28 UUD 1945. Memperbaiki dan meningkatkan kemajuan demokrasi dan kebijakan pemerintah," katanya.

Baca juga: NEWS VIDEO Sosok Pria Pembentang Poster ke Arah Jokowi, Seorang Peternak dan Langsung di Pulangkan

Diharapkan membawa kabar baik

Suryono, Wakil Ketua PPRN mengatakan dia menerima undangan dari Biro Protokol Sekretariat Negara kepada asosiasi peternak ayam petelur di Blitar.

Meski ada 11 nama yang tercantum, Suryono mengatakan, asosiasi peternak ayam petelur hanya memilih tiga orang anggota yang berangkat.

Suroto ke Jakarta bersama Sukarman dan Rofi Yasifun, Ketua PPRN, asosiasi peternak ayam petelur.

Mereka juga telah menjalani tes Covid-19 sebagai syarat perjalanan dan masuk ke istana.

"Baru saja mereka bertiga selesai melakukan tes Covid-19 sebagai syarat melakukan perjalanan dan masuk ke lingkungan Istana," ujarnya.

Baca juga: NEWS VIDEO Bentangkan Poster ke Arah Jokowi, Pria di Blitar di Tangkap Polisi

Dia berharap tiga perwakilan itu akan membawa kabar baik, yakni solusi yang tepat terkait harga pakan yang melambung hingga anjloknya harga jual telur.

"Masalah yang kita hadapi ini dari tahun ke tahun yang itu-itu saja, dan selalu melibatkan pejabat pemerintah mulai tingkat daerah hingga pusat. Tapi, masalah reda sebentar, kemudian balik lagi dan balik lagi," ujarnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved