Breaking News:

Berita Berau Terkini

Pelaku yang Beri Minuman Cairan Hand Sanitizer hingga Sebabkan 5 Remaja Tewas, Perlu Pendampingan

Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Berau belum mendapatkan perintah langsung oleh Polres Berau, terkait pendampin

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Kapolres Berau, AKBP Anggoro Wicaksono menunjukkan barang bukti dalam pers rilis yang digelar oleh Polres Berau, Selasa (14/9/2021). TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Berau belum mendapatkan perintah langsung oleh Polres Berau, terkait pendampingan pelaku HK (15) yang mengakibatkan 5 temannya tewas lantaran meminum cairan hand sanitizer.

Kepala UPTD PPA Berau, Yusran menjelaskan pihaknya memang baru mendengar bahwa pelaku masih berusia di bawah umur dan memiliki hak perlindungan anak.

Biasanya, pihak mereka mendampingi anak di bawah umur untuk pendampingan psikologisnya, terutama jika dalam penyidikan terdapat gangguan mental dan cenderung depresi.

“Memang kejadian tersebut, untuk penanganan biasanya masuk ke ranah kami. Tapi belum dihubungi lebih lanjut lagi, sepertinya menunggu dari proses hingga selesai penyidikan,” ungkapnya kepada Tribunkaltim.co, Rabu (15/9/2021).

Tetapi, tidak menutup kemungkinan pihaknya akan ikut ketika proses penyidikan.

Baca juga: DETIK-DETIK Warga Temukan Pemuda Tewas di Balik Pohon yang Tumbang di Jalan MT Haryono Samarinda

Baca juga: Sekeluarga di Banjarmasin Tewas di Tumpukan Baju, Tingginya Hampir Sentuh Plafon, Penjelasan Polisi

Baca juga: Sopir Tabrak Mahasiswi Nunukan hingga Tewas Divonis 5 Tahun, Suami Korban Tuding Ada Kejanggalan BAP

Yusran menambahkan, jika dilihat dari motif pelaku HK (15) yang dilandasi sakit hati lantaran setiap pulang kerja, kawanannya meminta uang secara paksa, tentu saja anak seusia tersebut sudah berada di tahap sangat tertekan oleh kawannya sendiri.

Barang bukti hand sanitizer yang dicampurkan dengan air dan diakui sebagai ciu, sejenis minuman keras asal Jawa Tengah. HO/POLRES BERAU
Barang bukti hand sanitizer yang dicampurkan dengan air dan diakui sebagai ciu, sejenis minuman keras asal Jawa Tengah. HO/POLRES BERAU (HO/POLRES BERAU)

Usia juga bisa menjadi faktor dari tindakan HK (15) lantaran dari pengakuan kepada Polres Berau, bahwa HK (15) sendiri hanya berniat bermain-main, bukan untuk membunuh.

“Kondisi usia HK, itu memang masih rentan. Apalagi, dia sudah bekerja di usia tersebut,” ungkapnya.

Sejauh ini, diketahui bahwa HK (15) sudah bekerja, namun usia tersebut tidak masuk dalam usia yang seharusnya sudah bekerja.

Tetapi Yusran tidak bisa mengatakan apakah HK (15) bekerja sesuai dengan keinginannya sendiri ataupun tuntutan orang lain. Sebab itu tentu bukan ranah pihaknya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved