Breaking News:

Berita Kaltim Terkini

Sidang Kasus Dugaan Proyek Fiktif Tangki Timbun 2 Kali Tertunda, Dokter Beber Kesehatan Iwan Ratman

Setelah tertunda beberapa kali, akhirnya persidangan kasus dugaan korupsi proyek fiktif pembangunan tangki timbun dan terminal bahan bakar minyak (BBM

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Suasana sidang di PN Tipikor Samarinda, Kaltim. TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Setelah tertunda beberapa kali, akhirnya persidangan kasus dugaan korupsi proyek fiktif pembangunan tangki timbun dan terminal bahan bakar minyak (BBM) di Samboja, Balikpapan dan Cirebon dibuka kembali di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Samarinda, pada Kamis (16/9/2021) tadi sore.

Kendati demikian, dalam persidangan beragendakan pemeriksaan saksi ini, Ketua Majelis Hakim Hasanuddin didampingi Arwin Kusmanto dan Suprapto sebagai hakim anggota, tidak menghadirkan saksi yang berkaitan dengan perkara.

Namun, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zaenurofiq dari Kejati Kaltim menerangkan pihaknya lebih dulu menghadirkan dua dokter yang telah melakukan pemeriksaan kesehatan Iwan Ratman, karena tertundanya persidangan sebanyak dua kali tersebut dengan alasan terdakwa berhalangan sakit.

"Dua saksi tersebut merupakan dokter dari Rutan Klas IIA Samarinda dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS). Kita memastikan apakah terdakwa yang mengeluh sakit ini benar-benar sakit. Jadi hakim ingin tahu, biar ada kejelasan karena sidang sudah tertunda beberapa kali," jelasnya.

Baca juga: Bupati Kukar Edi Damansyah Hadir Virtual Sidang Dugaan Korupsi Eks Dirut PT MGRM

Baca juga: Sidang Pembacaan Tanggapan Eksepsi Dugaan Korupsi MGRM Ditunda, Terdakwa Iwan Ratman Alami Vertigo

Baca juga: Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi di PT MGRM, Tersangka Iwan Ratman Hadir Secara Virtual

Kemudian, lanjutnya, kepada Majelis Hakim, kedua dokter tersebut bersaksi bahwa yang bersangkutan memang benar-benar dalam keadaan sakit, sehingga tidak bisa hadir di dalam persidangan yang sebelumnya sudah dua kali dijadwalkan

"Dari hasil pemeriksaan dokter, terdakwa sakit diabetes, vertigo dan saraf kejepit keluhan terdakwa," bebernya.

Kedua dokter tersebut juga memastikan bahwa kondisi terdakwa kini telah pulih setelah menjalani rawat jalan.

Sehingga persidangan perkara dugaan korupsi di PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) Perusahaan Daerah (Perusda) kepemilikan Pemkab Kutai Kartanegara tersebut bisa kembali dilanjutkan.

"Jadi terdakwa untuk sidang ke depan sanggup untuk bisa menghadiri persidangan," jelasnya.

Rofiq, sapaan akrab Zaenurofiq, menjelaskan sidang tidak langsung dilanjutkan ke pokok perkara lantaran Majelis Hakim ingin memastikan kondisi kesehatan terdakwa, agar para saksi yang hendak dimintai keterangannya tidak sia-sia meluangkan waktunya.

Baca juga: Dugaan Keterlibatan Tersangka Lain Kasus Dugaan Korupsi PT MGRM, Ada Nama Keponakan Iwan Ratman

"Makanya kita pastikan dulu terdakwa bisa ikut sidang apa tidak? Sehingga saksi bisa kita hadirkan di sidang selanjutnya," imbuhnya.

Ia menambahkan, persidangan beragendakan pemeriksaan keterangan saksi akan digelar pada Senin (20/9/2021) mendatang, pukul 10.00 WITA. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved