Breaking News:

Berita Samarinda Terkini

Warga di Perumahan Haji Saleh Loa Janan Ilir Samarinda Harap Pemerintah Carikan Solusi Jalan Air

Kendati demikian, warga mengaku belum berani menurunkan barang-barang mereka hingga genangan banjir benar-benar kering.

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Banjir di Perumahan Haji Saleh, KM 1 Loa Janan Ilir kini sudah mulai surut.TRIBUNKALTIM.CO/ RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pasca diterjang banjir pada Rabu (15/9/2021) lalu, nampak beberapa warga di Perumahan Haji Saleh yang berada di Jalan Soekarno Hatta, Kilometer 1, Kelurahan Tani Aman, Kecamatan Loa Janan Ilir mulai sibuk membersihkan rumah mereka dari sisa endapan lumpur, Jumat (17/9/2021).

Kendati demikian, warga mengaku belum berani menurunkan barang-barang mereka hingga genangan banjir benar-benar kering.

"Karena kalau ada hujan satu jam aja, pasti banjir lagi," ujar Astuti (39) salah seorang warga RT 02.

Ia menjelaskan wilayah tersebut memang sudah menjadi langganan banjir setiap tahun.

Namun diakuinya, tahun ini terparah karena dalam satu bulan ini saja mereka sudah mengalami banjir sebanyak tiga kali.

Baca juga: Hujan Awet Sejak Pagi, Berikut Update Info Banjir Samarinda Rabu 15 September 2021

Baca juga: Air Limpasan Sebabkan Banjir Samarinda, Walikota Andi Harun Ajak Daerah Lain Tangani Bersama

Baca juga: Walikota Andi Harun Datangi Istana Temui KSP, Lobi Dana Penanggulangan Banjir Samarinda

"Hujan memang enggak bisa diprediksi ataupun kita tolak. Tetapi paling tidak pemerintah carikan solusi bagaimana agar air cepat turin kalqu naik," timpal Nur Hidayah (36) warga lainnya.

"Karena sekarang ini air cepat naik, tapi lambat turunnya. Kita setiap minggu selalu bergotong royong buat bersihkan drainase. Jadi tolong pemerintah carikan solusi bagaimana agar jalan airnya lancar," harapnya.

Sementara itu, ketua RT 02, Suyanto, menerangkan air sudah turun 50 centimeter sejak pagi tadi.

Kendati demikian, diakuinya kawasan perumahan masih terendam banjir setinggi 30-40 centimeter.

"Kita perkirakan banjir akan kering dalam dua hari ke depan. Tapi itu tanpa hujan. Kalau hujan lagi, satu jam saja, banjir pasti naik lagi," jelasnya.

Suyanto mengatakan untuk RT 02 ada 173 KK dengan 635 jiwa yang terdampak banjir.

Ia menambahkan air banjir lambat turun karena aliran air ke sungai terhambat karena digunakan untuk membangun rumah.

"Ada sudetan lagi dibuat untuk menuju Loajanan Ulu itu, tapi belum tuntas juga," bebernya.

Baca juga: Warga Setuju Tiang Listrik Dipindah Demi Proyek Peningkatan Drainase Antisipasi Banjir Samarinda

Oleh sebab itu, Ia berharap agar pemerintah bisa melakukan perbaikan untuk saluran ke Jalan Barito, serta melakukan pengerukan di polder.

"Harusnya ada pengerukan (di Polder) karena semua aliran dari Kampus UIN dan semua Loa Janan Ilir itu semua ke Polder," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved