Breaking News:

Otomotif

Wajib Diketahui! Inilah Alasan Tidak Boleh Menyalip Kendaraan Lain di Jembatan dan Terowongan

Rasa ingin mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi timbul ketika dalam keadaan terburu-buru.

Editor: Diah Anggraeni
Dokumenter Kementerian PUPR
Jangan menyalip kendaraan lain di jembatan dan terowongan, begini penjelasan pakar safety. 

TRIBUNKALTIM.CO - Rasa ingin mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi timbul ketika dalam keadaan terburu-buru.

Terlebih ketika di jalan ramai kendaraan, menyalip di terowongan atau jembatan pun sering tak terhindarkan.

Baca juga: Interior Bau Rokok Bikin Harga Jual Mobil Turun? Yuk, Simak Penjelasannya Berikut Ini

Lantas, boleh tidak sih menyalip kendaraan lain saat melintas di dua tempat tersebut?

Training Director dari Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana mengatakan, menyalip di terowongan dan jembatan itu dilarang karena memiliki risiko kecelakaan yang tinggi.

"Dilarang menyalip atau mendahului di jembatan karena ruang untuk menghindar tidak ada, bahkan sering ditemui kanan dan kirinya adalah sungai," ujar Sony kepada GridOto.com.

"Sedangkan terowongan, sebelah kanan dan kirinya adalah beton, sehingga ketika menyalip di sana risikonya besar sekali," sambungnya.

Baca juga: Ingin Membeli Ban Baru? Begini Cara Baca Kode Produksi untuk Mengetahui Usia Ban Mobil

Lebih lanjut, Sony menjelaskan larangan untuk menyalip di terowongan juga karena visibilitas pengemudi menjadi menurun, sehingga memerlukan adaptasi dengan keadaan sekitar.

Sedangkan di jembatan rentan terhadap hembusan angin, terutama dari samping yang dapat mengganggu kestabilan kendaraan.

Selain itu, Sony mengungkapkan alasan lain dilarang menyalip di jembatan dan terowongan karena biasanya memiliki markah jalan garis utuh atau bukan putus-putus.

Baca juga: Begini Cara Cek Volume dan Kualitas Oli Mesin Mobil, Ternyata Gampang Sekali Lho

Sebagaimana tertuang dalam pasal 21 ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan yang tertulis:

"Markah membujur berupa garis utuh berfungsi sebagai larangan bagi kendaraan melintasi garis tersebut." 

"Biasanya ditandai oleh marka jalan yang tidak putus-putus. Kalau pengendara nekat menyalip di terowongan dan jembatan risikonya bisa ditilang," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di GridOto.com dengan judul Street Manners - Jangan Menyalip Kendaraan Lain di Jembatan dan Terowongan, Begini Penjelasan Pakar Safety, https://www.gridoto.com/read/222894458/street-manners-jangan-menyalip-kendaraan-lain-di-jembatan-dan-terowongan-begini-penjelasan-pakar-safety?page=all.

Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved