Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Hadir di Balikpapan, BNPT Jelaskan 3 Aspek Pencegahan Terorisme

Dalam mencegah penyebaran paham terorisme secara nasional, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli, Senin (20/9/2021) di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. Dirinya membeberkan situasi dan kondisi di Kalimantan Timur sangat kondusif. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Dalam mencegah penyebaran paham terorisme secara nasional, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memiliki 3 aspek yang digenjot.

Dijelaskan Kepala BNPT, Boy Rafli, aspek pertama ialah kesiapsiagaan sebagaimana yang digelar di Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (20/9/2021).

Kedua, sambung Boy, yakni kontra radikalisasi. Kedua aspek tersebut, kata Boy, kerap digenjot dalam hal pencegahan terorisme.

"Kegiatan kesiapsiagaan dan kontra radikalisasi terus kita lakukan agar tidak ada pengikut daripada jaringan teroris itu sendiri," terang Boy, Senin (20/9/2021).

Baca juga: Cara Tangkal Terorisme Sedari Dini, BNPT Sebut Pakai Penguatan Paham Pancasila

Baca juga: Songsong Ibu Kota Negara, Komisi X DPR RI Minta SDM Guru Ditingkatkan

Baca juga: Ibu Kota Negara Bakal di Kaltim, BNPT Ingatkan Kewaspadaan pada Pola Pikir Terorisme

Ia menambahkan, alih-alih jadi pengikut jaringan terorisme, ucapan di media sosial yang mendukung terorisme pun bisa terseret ke ranah hukum.

"Mendukung melalui sosial media saja sudah dapat dipersangkakan menjadi tersangka terkait kasus terorisme," imbuh Boy.

Oleh karenanya, ia pun berharap agar tidak ada lagi penangkapan lantaran ucapan di media sosial yang cenderung mengarah pada dukungan atas tindak terorisme.

Aspek ketiga, sambung Boy, adalah deradikalisasi. Maksudnya, dijelaskan pria berpangkat Komisaris Jenderal Polisi tersebut, ialah pencegahan berupa edukasi dengan berbagai media. Termasuk media massa.

Baca juga: Jelang Kaltim akan Dinobatkan jadi Ibu Kota Negara, BNPT Beber Situasi Kondusif

"Cara tersebut merupakan bagian dari kita mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat kita agar lebih cermat dan bijak," terang Boy.

Oleh karenanya, ia mengimbau masyarakat agar waspada untuk tidak terbawa walaupun hanya dari sosmed.

"Nanti bisa terbawa hukum di negara kita," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved