Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Ratusan Masyarakat Tolak Pembangunan Tembok di Kawasan Wisata Pantai Amal Tarakan

Ratusan masyarakat pesisir dan organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Forum Masyarakat Amal Lama Bergerak menggelar aksi demo di Tarakan

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH
Ratusan masyarakat Pantai Amal Lama bersama organisasi kemahasiswaan tergabung dalam Forum Masyarakat Amal Lama Bergerak menyuarakan penolakan pembangunan tembok di Kawasan Pantai Amal Lama Kota Tarakan.TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO,TARAKAN– Ratusan masyarakat pesisir dan organisasi kemahasiswaan yang tergabung dalam Forum Masyarakat Amal Lama Bergerak menggelar aksi demo menuntut Pemkot Tarakan, Senin (20/9/2021).

Demo yang digelar di depan Gedung DPRD Kota Tarakan ini, menyuarakan aksi tolak pembangunan tembok pembatas Pantai Wisata Amal Lama yang saat ini tengah dikebut pemerintah.

Dikatakan Muhammad Rijal, Korlap Aksi Forum Masyarakat Amal Lama Bergerak pembangunan tembok wisata Pantai Amal, dinilai menghambat dan mempersulit mata pencaharian masyarakat yang bermukim di sana.

“Seperti kita ketahui, masyarakat Pantai Amal Lama mata pencahariannya notabenenya nelayan. Salah satu alasannya itu,” jelasnya.

Selanjutnya sesuai UU Kepariwisataan Nomor 10 Tahun 2009, salah satu isinya pemerintah dalam membuat pariwisata itu harus didukung oleh masyarakat setempat.

Baca juga: TNI AL Gelar Vaksinasi 1.100 Dosis Sasar Masyarakat Pantai Amal

Baca juga: Kawasan Wisata Pantai Amal Masih Dikebut, Soft Launching Ditarget September Mendatang

Baca juga: BAP DPD RI Siap Cari Solusi Persoalan Lahan Kampung Bugis dan Pantai Amal Tarakan

“Tindakan ini bentuk tidak mendukung, Pemkot sebagai yang membuat kebijakan harus mendengarkan aspirasi dari kami. Tembok yang didirikan bukan di pantai melainkan di pas depan halaman rumah masyarakat dengan tinggi 4 meter,” bebernya.

Ia melanjutkan, sepanjang pembangunan Kawasan wisata di sana dibangun tembok. Sehingga kendalanya saat akan melaut, dimana perahu diparkir di pinggi pantai cukup menyulitkan masyarakat.

“Tidak ada akses. Tindak lanjutnya kesepakatn bersama tadi anggota dewan sebagai fasilitator mempertemukan masyarakat Amal Lama dengan Wali Kota Tarakan dengan instansi terkait,” jelasnya.

Pihaknya akan tetap mengawal kasus ini karena dengan berakhirnya demo hingga siang tersebut bukan akhir dari tuntutan yang diinginkan.

“Ini sebagain dari proses. Ada RT 5, RT 4 dan RT 3, sebagian besar hadir tadi. Sekitar seratusan orang tadi ikut bergabung dalam forum hari ini,” pungkasnya.

Adapun hasil pertemuan tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan.

Di antaranya pertama dalam waktu tertentu paling lambat tanggal 25 September 2021 DPRD Kota Tarakan, akan melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Pemkot Tarakan berkenaan dengan tuntutan Forum Masyarakat Amal Lama.

Kesepakatan poin kedua yakni DPRD Kota Tarakan akan melakukan kunjungan lapangan guna meninjau lokasi sesuai dengan tuntutan Forum Masyarakat Amal Lama.

Baca juga: Potensi PAD Tahun Ini Pemkot Tarakan Belum Bahas Target Retribusi untuk Kawasan Wisata Pantai Amal

Poin kesepakatan terakhir yakni jika pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemkot Tarakan di Amal Lama tidak pro rakyat, maka DPRD Kota Tarakan merekomendasikan kegiatan pembangunan di Pantai Amal Lama dihentikan.

Dalam surat tertulis tersebut ditandatangani Wakil Ketua DPRD Tarakan Muhammad Yunus dan Yulius Dinandus, kemudian Korlap Forum Masyarakat Amal Lama yakni Selamet dan M. Rijal tertanggal 20 September 2021. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved