Breaking News:

Berita Pemkab Kutai Kartanegara

Bupati-Wabup Ikuti Pembekalan Kepemimpinan, Mendagri: Jadi Pemimpin Kuat Harus Miliki Tiga Syarat

Menjadi kepala daerah adalah pilihan rakyat. Sebagai orang pilihan masyarakat, harus bisa jadi pemimpin yang kuat agar dapat memberikan kesejahteraan

Editor: Diah Anggraeni
Prokom
Bupati Kukar Edi Damansyah saat menyimak arahan mendagri pada pembekalan kepada kepala daerah secara virtual. 

TRIBUNKALTIM.CO - Menjadi kepala daerah adalah pilihan rakyat.

Sebagai orang pilihan masyarakat, harus bisa jadi pemimpin yang kuat agar dapat memberikan kesejahteraan rakyatnya.

"Menjadi pemimpin kuat mempunyai tiga syarat yaitu memiliki kekuatan, memiliki pengikut dan memiliki konsep kerja dalam masa kerjanya kedepan," ujar Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian saat membuka pembekalan kepada kepala daerah petahana dan non-petahana tentang kepemimpinan pemerintahan dalam negeri tahun 2021gelombang III dan IV secara virtual, awal pekan tadi.

Baca juga: Tinjau Vaksinasi Covid-19 Massal di Desa Purwajaya, Wabup Apresiasi Antusiasme Warga

Acara itu diikuti 183 bupati, walikota dan wakil bupati serta walikota se-Indonesia.

Termasuk bupati dan wakil bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah-Rendi Solihin di rumah jabatan masing-masing.

Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin saat menyimak arahan mendagri pada pembekalan kepada kepala daerah secara virtual.
Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin saat menyimak arahan mendagri pada pembekalan kepada kepala daerah secara virtual. (Prokom)

Menurut Tito, kepala daerah harus punya konsep kerja terutama yang sistematis agar tujuan awal menjadi pemimpin bisa dicapai sesuai target.

Tito menegaskan, kepala daerah harus benar-benar memahami UU Nomor 23 Tahun 2014 karena di dalamnya menyangkut semua aspek pemerintahan daerah tentang kewenangan, pembagian tugas sampai pada sanksi-sanksi berisi pokok pikiran semangat perubahan pascaorde baru.

Baca juga: 20 Pejabat Administrator dan Pengawas Dilantik, Sekda Ingatkan Pejabat Harus Jadi Teladan

Mendagri juga menyebutkan kepala daerah harus bisa menjadi pemimpin administrator pemerintahan, segala kegiatan berlangsung untuk menjalankan roda pemerintahan birokrasi, dalam menggerakkan aspek statis administrasi organisasi di mana wakil, sekda, kepala OPD, camat dan lainnya ikut membantu kepala daerah.

Diingatkan Tito agar pemimpin menjaga hubungan dengan wakil dan bawahan dengan menjalankan dua kunci, yaitu kewenangan dan keuangan.

Di mana yang sudah menjadi kewenangan kepala daerah, jangan diambil oleh wakil karena kewenangan utama ada pada kepala daerah.

"Niat utama kita menjadi kepala daerah betul - betul bekerja untuk mengabdikan diri pada masyarakat," ucapnya.

Baca juga: Kukar Mampu Penuhi Kebutuhan Pangan IKN, Bupati dan Pangdam Panen Raya di Tenggarong Seberang

Tito selanjutnya meminta kepala daerah harus pintar mengelola pendapatan dan pengeluaran daerahnya.

"Berbelanjalah secara efektif dan efisien yang tepat sasaran betul - betul bermanfaat untuk masyarakat," tambahnya. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved