Breaking News:

Virus Corona di Samarinda

Direktur SMP Kemendikbudristek di Samarinda, Tanggapi soal Pembelajaran via Online

Hingga kini pembelajaran dalam jaringan (daring) atau online tengah berlaku di beberapa daerah, terutama bagi daerah

Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDUAN
Direktur Sekolah Menengah Pertama Kemendikbudristek, Mulyatsyah (Kanan), dan Hetifah Sjaifudian Wakil Ketua Komisi X DPR RI, di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (20/9/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Hingga kini pembelajaran dalam jaringan (daring) atau online tengah berlaku di beberapa daerah, terutama bagi daerah yang masih dilanda pandemi Covid-19 dengan status kasus yang tinggi.

Pembelajaran daring tersebut banyak mendapatkan tanggapan dari berbagai pihak, bahkan ada yang menganggap kurang efektif.

Direktur Sekolah Menengah Pertama Kemendikbudristek, Mulyatsyah, menyebutkan bahwa sekarang semua sedang menghadapi pandemi Covid-19.

"Belum diketahui pandemi ini bisa selesai, bahkan bisa saja menjadi endemi," ujarnya kepada TribunKaltim.co di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, usai pembukaan kegiatan Workshop Pendidikan, di Hotel Swiss-Bell Borneo Samarinda, Senin (20/9/2021). 

Baca juga: Mengenal Aplikasi e-Pintar Solusi Menghadapi Tantangan Pembelajaran Kala Pandemi Covid-19

Baca juga: Gubernur Kaltim Isran Noor Tegaskan SMAN 10 Samarinda Tetap Dipindah ke Kampus B

Baca juga: Tinjau Hari Pertama PTM di Samarinda, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fokuskan pada Learning Loss

Katanya Mulyatsyah, kalau sudah endemi berarti harus hidup berdampingan dengan virus corona tersebut.

Pada saat pandemi Covid-19 ini tentu memiliki kebijakannya, pada saat daerah tertentu berada di Level 4.

"Maka kebijakannya pembelajaran dilakukan dari rumah," ujarnya.

Tetapi bagi daerah-daerah yang sudah memasuki Level III, seperti Kota Samarinda maka harus ada opsi untuk melakukan pembelajaran tatap muka atau PTM.

Baca juga: 54 Sekolah di Samarinda Akan Gelar Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Mulai 20 September

Konsep PTM itu, katanya Mulyatsyah, merupakan pembelajaran yang terbaik, karena dari sana ada sentuhan kasih sayang seorang guru kepada anak-anaknya.

"Di situ ada prinsip guru mengenal anak-anaknya, apakah sampai memahami pembelajaran. Itu tidak didapatkan melalui online," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved