Breaking News:

Berita Kaltara Terkini

Fenomena IRT Nyambi Jadi Kurir hingga Pengedar Narkoba di Kaltara dan Kaltim, Nekat Bawa 2 Kg Sabu

Dalam sepekan terakhir, fenomena ibu rumah tangga (IRT) terlibat kasus narkoba kerap dijumpai di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) dan Kalimantan Tim

Editor: Rahmad Taufiq
HO/LUSGI, KASAT NARKOBA POLRES NUNUKAN
Dua ibu rumah tangga (IRT) asal Pare-pare, Sulawesi Selatan diamankan ke Mako Polres Nunukan, Selasa (14/9/2021) kemarin, pukul 05.40 WITA. HO/LUSGI, KASAT NARKOBA POLRES NUNUKAN 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Dalam sepekan terakhir, fenomena ibu rumah tangga (IRT) terlibat kasus narkoba kerap dijumpai di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) dan Kalimantan Timur (Kaltim). 

Peran IRT sebagai pelaku narkoba tentu untuk mengelabui petugas agar barang haram tidak mudah terendus mereka, mengingat sosok IRT jauh bersentuhan dengan narkoba. 

Tak jarang, barang haram tersebut disembunyikan di balik pakaian dalam mereka atau di bagian anggota tubuh mereka.

Dua ibu rumah tangga (IRT) asal Parepare, Sulawesi Selatan diringkus Satresnarkoba Polres Nunukan, lantaran ketahuan membawa sabu dengan berat bruto 2 Kg ke atas Kapal Pelni, KM Bukit Siguntang, Selasa (14/9/2021) pukul 05.40 WITA.

Kapolres Nunukan AKBP Syaiful Anwar melalui Kasat Resnarkoba Nunukan Iptu Lusgi Simanungkalit, menjelaskan, pada Senin (13/9/2021) sekira pukul 19.00 WITA, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa ada dua orang perempuan diduga membawa sabu.

Baca juga: Sembunyikan Sabu dalam Pengeras Suara, Pria di Bontang Diciduk Polda Kaltim

Baca juga: Kelabui Polisi Sembunyikan Sabu di Pakaian Dalam, Seorang Ibu Rumah Tangga Dibekuk Polres Bontang

Baca juga: Warga Kutim Terciduk Simpan 17 Poket Sabu, Polisi Temukan Uang Rp 8 Juta Hasil Jual Barang Haram

Dari informasi yang diperoleh Lusgi, kedua wanita, inisial PM (26) dan S (27) itu akan membawa sabu 2 kg ke Parepare dengan menumpangi Kapal KM Bukit Siguntang.

"Malam itu kapal KM Bukit Siguntang dikabarkan akan berlayar dari Tarakan menuju Nunukan, sebelum nantinya akan bertolak ke Sulawesi Selatan. Jadi, kami selidiki dengan meminta anggota untuk menumpangi kapal yang sama," kata Lusgi Simanungkalit kepada TribunKaltara.com.

Kemudian, saat Kapal Pelni itu akan berlabuh di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan pada Selasa (14/9/2021) pagi, personel Satresnarkoba berhasil mengamankan dua wanita itu di dalam kamar kapal.

Untuk mengelabui petugas, sebelumnya dua wanita itu telah menyembunyikan sabu tersebut pada bagian perut dengan cara dibungkus menggunakan kain stagen warna putih.

"Saat itu mereka berada di sebuah kamar kapal nomor 5035. Begitu kami interogasi, mereka sendiri yang keluarkan barang bukti sabu dari badannya. Pada saat dikeluarkan kemasan barang bukti sabu itu dibungkus berbentuk panjang dengan cara dilakban warna cokelat," ucapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved