Breaking News:

Virus Corona di Balikpapan

Kapolda Kaltim Akui Kemungkinan Ada Potensi Penyimpangan Jual Beli Vaksin Covid-19

Beberapa kasus vaksin berbayar pernah dijumpai di sejumlah daerah, termasuk wilayah Kaltim.

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Herry Rudolf Nahak. Ia tak menampik jika ada penyelewengan atas kasus jual-beli vaksin Covid-19 yang notabene diberikan secara cuma-cuma tersebut. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Beberapa kasus vaksin berbayar pernah dijumpai di sejumlah daerah, termasuk wilayah Kaltim.

Oknum yang terlibat dalam jual beli vaksin, yang semestinya vaksin tersebut diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat, akhirnya dipidanakan.

Saat ini pihak Polresta Balikpapan tengah melakukan penyelidikan atas aduan oleh Dinkes Balikpapan terkait dugaan vaksin berbayar di Balikpapan.

Kepolisian sendiri menyatakan bahwa masih perlu melakukan pendalaman bukti guna memastikan kebenaran dari dugaan pihak Dinkes Balikpapan.

Hal senada dikemukakan Kapolda Kaltim, Irjen Pol Herry Rudolf Nahak.

Baca juga: Proses Hukum Vaksin Berbayar di Balikpapan Bergulir, Polisi Dalami Keterangan Saksi

Baca juga: Genjot Vaksinasi, Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Vincentius Berharap Level PPKM Balikpapan Turun

Baca juga: Ibu Hamil Bisa Divaksin di RSUD Beriman Balikpapan, Cek Ketentuan dan Cara Daftar

Untuk membuktikannya, menurut dia, pihaknya perlu data sebagai bukti.

"Begitu ada informasi, maka kita perlu melakukan penyelidikan. Kita lidik dulu bener nggak informasi itu," ucap Irjen Pol Herry Rudolf Nahak, Rabu (22/9/2021).

Hanya saja, ia tak menampik jika ada penyelewengan atas kasus jual-beli vaksin Covid-19 yang notabene diberikan secara cuma-cuma tersebut.

Ia menjelaskan, hal itu bisa terjadi karena kebutuhan masyarakat akan vaksin, khususnya di wilayah Kaltim yang cukup tinggi.

"Sebetulnya kalau ada penyimpangan di situ itu gampang. Tapi kita harus paham memang daya tariknya sekarang besar. Kemungkinan orang melakukan penyimpangan itu ada," ujar Irjen Pol Herry Rudolf Nahak.

Sehingga berkaca pada informasi tersebut, pihak penyalur vaksin, dalam hal ini Dinas Kesehatan termasuk TNI-Polri perlu mengontrol soal distribusi vaksin Covid-19.

"Cuma nanti kita lihat, mudah-mudahan enggak ada," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved