Breaking News:

Virus Corona di Balikpapan

Pastikan tak Ada Jalur Lain, Kapolda Kaltim Sebut Ini Sumber Vaksin Covid-19

Kasus vaksin Covid-19 berbayar di Balikpapan memasuki tahap penyelidikan olehPolresta Balikpapan

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Herry Rudolf Nahak menepis anggapan tersebut. Ia menekankan bahwa sumber vaksin hanya ada 3.TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kasus vaksin Covid-19 berbayar di Balikpapan memasuki tahap penyelidikan olehPolresta Balikpapan.

Kepolisian menyatakan, bahwa telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi termasuk yang diduga oknum terlibat dari praktek penjualan vaksin.

Masyarakat sendiri di berbagai media sosial sempat mempertanyakan terkait distribusi vaksin.

Sebagian menganggap bahwa ada jalur lain yang digunakan oleh perseorangan untuk mendatangkan vaksin demi dijual kembali.

Dikonfirmasi, Kapolda Kaltim, Irjen Pol Herry Rudolf Nahak menepis anggapan tersebut. Ia menekankan bahwa sumber vaksin hanya ada 3.

Baca juga: Wagub Hadi Mulyadi Meninjau Vaksinasi di Mall Lembuswana Samarinda, Tersedia 2000 Dosis Vaksin

Baca juga: WAWANCARA EKSKLUSIF - Vaksinasi di Kutim Melesat, Wabup Kasmidi Bulang: Kementerian pun Kaget

Baca juga: Selain Sertifikat Vaksin Minimal Dosis Pertama, Ini Aturan Melakukan Perjalanan dengan Bus Damri

"Sumber vaksin itu cuma 3. Dari Dinas Kesehatan, Polri, dan TNI. Sumber vaksin cuma itu yang resmi," tandas Herry.

Herry melanjutkan, ketiga instansi tersebut yang secara resmi ditunjuk oleh Pemerintah Pusat dalam menyalurkan atau mendistribusikan vaksin sesuai program vaksinasi nasional.

Herry menjelaskan, untuk saluran vaksinasi pun sudah ditetapkan, secara gamblang dan jelas.

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan menyalurkan kepada Dinas Kesehatan tingkat Provinsi yang diteruskan lagi ke Dinas Kesehatan tingkat Kabupaten/Kota.

"Kemudian jatahnya dibagi. Jatahnya TNI, Polri, sama Dinas Kesehatan. Itu yang kemudian dipakai melakukan vaksin," imbuh Herry.

Sehingga terkait kasus vaksin Covid-19 berbayar di Balikpapan, misalnya, kata Herry, perlu dilakukan penyelidikan terlebih dahulu.

Baca juga: Genjot Vaksinasi, Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Vincentius Berharap Level PPKM Balikpapan Turun

Hanya saja, ia berharap, kasus tersebut tidak benar-benar terjadi. Melainkan memang semata kabar miring yang dihembuskan oknum tertentu.

"Nanti kita lihat, mudah-mudahan enggak ada," pungkas Jenderal Bintang 2 tersebut. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved