Breaking News:

Virus Corona di Malinau

Dirut Beber Alasan RSUD Malinau Sempat Hentikan Pelayanan Sementara

Selama pandemi Covid-19, pelayanan kesehatan di RSUD Malinau, Provinsi Kalimantan Utara berdasarkan ketersediaan sumber daya manusia.

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD SUPRI
Pelayanan kesehatan di RSUD Malinau, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, beberapa hari lalu. RSUD Malinau ini sempat tidak memberikan pelayanan lantaran keterbatasan sumber daya manusia tenaga kesehatan.  

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Selama pandemi Covid-19, pelayanan kesehatan di RSUD Malinau, Provinsi Kalimantan Utara berdasarkan ketersediaan sumber daya manusia, tenaga kesehatan.

Sejak Juli hingga Agustus 2021, kenaikan kasus Covid-19 turut mempengaruhi pelayanan kesehatan rutin di RSUD Malinau.

Demikian dibeberkan oleh Direktur Utama RSUD Malinau, Ni Putu Ria Citrawati, melaporkan 138 staf dan tenaga kesehatannya terkonfirmasi Covid-19.

Hal tersebut merupakan satu dari sekian indikator pertimbangan menutup sementara sejumlah layanan, termasuk pasien rujukan dari luar daerah.

Baca juga: Total 138 Staf RSUD Malinau Terpapar Covid-19, Penyaluran Vaksin Booster Menunggu 3 Bulan

Baca juga: Ruang Lab PCR di RSUD Malinau Telah Memenuhi Syarat, Didukung Peralatan dan Fasilitas yang Lengkap

Baca juga: Uji Akurasi Hasil Pemeriksaan, 20 Spesimen Asal Lab PCR RSUD Malinau Akan Dites Ulang di Provinsi

Sebelumnya ada beberapa pelayanan yang memang dihentikan sementara.

Karena ada tenaga kesehatan dan staf yang terkonfirmasi Covid-19.

"Jika SDM tidak cukup, pelayanan akan ditutup sementara. Saat ini masih normal," ujarnya kepada TribunKaltim.co pada Kamis (23/9/2021).

Saat ini, tingkat kasus konfirmasi di Kabupaten Malinau menurutnya semakin menurun.

Untuk mencegah kejadian yang sama berulang, staf dan tenaga kesehatan atau nakes, ditugaskan secara bergantian.

Baca juga: Dirut RSUD Malinau Beber Kenaikan 362 Persen Konsumsi Oksigen Selama Pandemi Covid-19

Sebelumnya alasan ditutupnya sejumlah pelayanan rwguler di RSUD Malinau diakibatkan meningkatnya persentase keterisian tempat tidur atau BOR.

Akhir Agustus 2021 lalu, staf dan Nakes RSUD Malinau terkonfirmasi positif Covid-19 secara bergantian.

Sehingga harus menunggu 10 hari masa isolasi hingga pelayanan dibuka kembali.

"Bulan lalu, pelayanan kita tutup karena SDM terbatas. Nakes terkonfirmasi secara bergantian. Normalnya, jika tidak ada kendala, layanan kembali dibuka setelah 10 hari masa isolasi," katanya.

Baca juga: Ratusan Nakes RSUD Malinau Disuntik Vaksin Sinovac, Direktur: Tahap Pertama Bidang Pelayanan

Bersamaan dengan menurunnya kasus konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Malinau, Ria Citrawati, mengatakan seluruh pelayanan kesehatan di RSUD juga kembali normal.

Demikian halnya ketersediaan tabung oksigen dan BOR Covid-19 cenderung menurun sejak awal September 2021. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved