Gadis Kutim Ditemukan Meninggal
Keluarga Juwanah Bantah Korban Pacaran dengan Pelaku yang Berprofesi sebagai Sopir Kantor
Sinta, sepupu korban, mengklarifikasi bahwa tidak ada hubungan spesial apalagi sampai berpacaran antara pelaku Rendi dengan Juwanah.
Penulis: Mohammad Fairoussaniy |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sinta, sepupu Juwanah alias Julia, mengklarifikasi bahwa tidak ada hubungan spesial apalagi sampai berpacaran antara pelaku Rendi dengan Juwanah.
Salah satu pihak keluarga korban, melalui sambungan telpon menyampaikan Rendi merupakan sopir kantor tempat Juwanah bekerja, yang memang mengantar korban, guna bertemu dengan rekanan perusahaan.
"Mereka hanya sebatas teman kerja, Rendi driver kantor, karena saya tahu dengan sepupu saya, kalau memang ada hubungan, pasti dia cerita," ujar sepupu Juwanah bernama Sinta.
Pemberitaan di media yang menyebut pelaku dan korban memiliki hubungan spesial atau pacaran, disanggah dan ditegaskan tidak benar.
"Melihat pemberitaan, pihak keluarga sangat terpukul, ya mudah-mudahan dengan klarifikasi dari kami bisa meluruskan, pemberitaan di media dan masyarakat juga mengetahui," ucap Sinta.
Baca juga: Pelaku Diduga Kuat Pacar Korban, Motif Pembunuhan Wanita Asal Kutim yang Ditemukan Tinggal Tulang
Baca juga: 8 FAKTA Jasad Wanita Ditemukan Tinggal Tulang: Pelaku Ternyata Sang Pacar, Dirampok Sebelum Dihabisi
Baca juga: Jasad Perempuan Muda Kutai Timur yang Ditemukan Jadi Tulang Belulang, Ternyata Perbuatan Pacarnya
Diberitakan sebelumnya, penyelidikan kasus dugaan pembunuhan yang dilakukan pelaku bernama Rendi terhadap seorang perempuan bernama Juwanah alias Julia, warga Muara Ancalong yang bekerja di Kota Samarinda, terus berlangsung.
Juwanah ditemukan meninggal di kawasan Jongkang, Jalan Eks Projakal, Kelurahan Loa Lepu, Kilometer 8, Jalan Trans Samarinda-Kutai Kartanegara
Teranyar kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) rumah kontrakan yang didiami Juwanah, tepatnya di Jalan KH. Anang Hasyim, Perum Kehutanan Blok E5 RT 20, Kota Samarinda, Kaltim.
Unit Inafis Satreskrim Polresta Samarinda bersama relawannya didampingi suami korban yang melaporkan perihal hilangnya Juwanah ke pihak kepolisian.
Polisi memeriksa tiap sudut rumah termasuk mobil korban jenis Honda HRV berkelir merah dengan nopol KT 1715 DR yang terparkir di rumah kontrakan tersebut untuk mencari petunjuk penunjang penyelidikan kasus tewasnya perempuan berparas cantik ini.
Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andika Dharma Sena melalui Kasubnit Inafis Satreskrim Polresta Samarinda, Aipda Harry Cahyadi, menerangkan bahwa perintah pimpinan, dilakukan olah TKP mencari setiap petunjuk yang ada.
"Perintah bapak Kasat untuk melakukan olah TKP di rumah (kontrakan) korban, dan juga melakukan di dalam mobil sebagai petunjuk (penyelidikan). Kami juga mengambil beberapa barang yang dicurigai dipergunakan pelaku melakukan kejahatannya," beber Aipda Harry Cahyadi, Sabtu (25/9/2021).
Inafis juga mengambil seutas tali di rumah korban yang disebutnya identik dengan tali yang ditemukan melilit pada tubuh Juwanah.
"Tali rafia yang ditemukan di dalam, bentuk dan warnanya pun hampir sama, jadi kita amankan. Apakah pelaku mengambil dari dalam rumah korban, nanti kita cocokkan," tegas Aipda Harry Cahyadi.
Adanya dugaan kesulitan finansial atau terhimpit ekonomi yang dialami pelaku, akhirnya menyinggung perihal barang berharga yang ada di rumah korban, polisi mengungkapkan bahwa tak satupun barang berharga termasuk mobil korban dibawa kabur oleh pelaku.
"Barang-barang berharga milik korban tidak ada yang hilang (di kontrakan). Hanya perhiasan yang ada di tubuh korban saja (hilang)," ucap Aipda Harry Cahyadi.
Aipda Harry Cahyadi saat olah TKP didampingi suami korban yang tidak ingin diwawancarai saat ditemui awak media yang hadir.
Informasi yang didapat dari sumber terpercaya reporter TribunKaltim.co di lapangan, bahwa suami korban Juwanah sempat melakukan panggilan video, sebelum akhirnya perempuan cantik ini menghilang tanpa kabar.
Baca juga: BREAKING NEWS Gadis Muara Ancalong Kutim yang Hilang Ditemukan tak Bernyawa, Diduga Korban Kejahatan
Momen itu terjadi pada tanggal 6 September 2021 persisnya jam 15.00 WITA, dan Juwanah sendiri saat itu sedang berada di kantor tempatnya bekerja, di bilangan kompleks Mal Lembuswana.
Lalu pada malam sekira pukul 21.00 WITA, korban juga diungkapkan sempat menelpon suaminya namun tidak sempat terangkat, lalu mengirim pesan singkat sebelum ponsel korban tidak aktif.
Keesokan harinya pada 7 September 2021, barulah sang suami mengetahui Juwanah menghilang dari keluarganya.
Kecemasan suami Juwanah makin menjadi setelah putusnya komunikasi, hingga pesan singkat yang dikirim tak kunjung mendapat balasan.
Sang suami bertolak dari Bengalon menuju Samarinda, setelah mendapat kabar dari sepupu korban bahwa di rumah kontrakan yang didiami, Juwanah juga tidak berada di tempat.
Hingga pada 8 september 2021 kejanggalan terjadi, korban melakukan komunikasi ke teman kantor dan suaminya dengan membalas satu persatu pesan yang masuk.
Di sini, pesan singkat yang masuk ke sang suami mengabarkan bahwa korban Juwanah pulang kampung ke Muara Ancalong karena ibunya sakit.
Padahal sang suami melakukan komunikasi intens ke ibunya semenjak dikabarkan hilang dan ibunya tidak dalam keadaan sakit.
Sang suami juga curiga dengan pesan singkat yang didapat, lantaran cara mengetik pesan tersebut tidak seperti yang biasa Juwanah lakukan saat berkomunikasi dengannya.
Baca juga: Proses Autopsi Tulang Belulang Juwanah, Forensik Cocokkan dengan DNA Orangtua, Pastikan Jasad Julia