Breaking News:

CSIS Sebut Gaya Komunikasi Politik Airlangga Naikkan Elektabilitas

Komunikasi politik yang dilakukan belakangan ini oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam dua hari terakhir dinilai strategis, menyusul

Editor: Diah Anggraeni
HO/Tim Media Airlangga Hartarto
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto saat bertemu Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang biasa disapa Cak Imin di Jakarta Selatan, Sabtu (25/9/2021) pagi. 

TRIBUNKALTIM.CO - Komunikasi politik yang dilakukan belakangan ini oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dalam dua hari terakhir dinilai strategis, menyusul posisi Airlangga merupakan pimpinan dari partai besar dengan kursi terbanyak kedua di DPR.

Dalam situasi politik di Indonesia yang sangat dinamis saat ini, Head of Department of Politics and Social Change at Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes menilai komunikasi lintas partai ini harus menjadi agenda politik yang konsisten bagi Airlangga.

Baca juga: Airlangga-Cak Imin Jalan Pagi Disebut Membangun Hubungan yang Sehat

Diketahui sebelumnya, Ketua Umum Golkar Airlangga bertemu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Klaten, kemudian Airlangga juga olahraga pagi bareng Muhaimin Iskandar di Jakarta Sabtu pagi kemarin.

"Semakin sering mereka bertemu, maka di tingkat pemilih, di bawah, juga semakin baik dan tidak terpolarisasi. Masyarakat melihat mereka bisa berkomunikasi, meski suatu saat juga berkompetisi," kata Arya, Minggu (26/9/2021).

Situasi politik di Indonesia saat ini belum jelas menunjukkan siapa saja yang akan mendapatkan dukungan dari partai politik untuk maju dalam pemilihan presiden mendatang.

Dalam kondisi seperti itu, Arya menilai bahwa komunikasi politik imenjadi sangat strategis untuk dilakukan.

"Terutama, komunikasi lintas partai," kata Arya.

Menurut Arya, langkah Airlangga tersebut ditujukan pertama, untuk membaca kemungkinan-kemungkinan membentuk koalisi.

Kedua, mencari chemistry di antara tokoh-tokoh tersebut.

Ketiga mencari kesamaan platform, pandangan dan kebijakan.

Baca juga: Ganjar dan Airlangga Bertemu di Klaten, Pimpin Tradisi Grebeg Apem Yaaqowiyyu Kyai Ageng Gribig

Golkar sendiri dalam agenda Pilpres 2024 nanti memang diuntungkan, karena memiliki kira-kira 14 persen kursi di DPR, sehingga hanya butuh sisa 6 persen untuk mencalonkan presiden.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved