Breaking News:

Gadis Kutim Ditemukan Meninggal

Kasus Pembunuhan Wanita Asal Muara Ancalong Kutim, Polisi Jelaskan Pelaku Siapkan Pisau

Hingga saat ini, pihak polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus dugaan pembunuhan wanita asal Kabupaten Kutai Timur

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Kepolisian saat olah TKP di rumah yang dikontrak oleh korban Juwanah alias Julia (25), pada hari Sabtu (26/9/2021) kemarin. TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Hingga saat ini, pihak polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus dugaan pembunuhan wanita asal Kabupaten Kutai Timur

Informasi yang beredar, pembunhan itu pelakunya adalah bernama Rendi, diduga membunuh wanita bernama Juwana alias Julia, warga Muara Ancalong, Kutai Timur yang bekerja di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Disampaikan oleh Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Andika Dharma Sena, melalui Kanit Jantaras Macan Borneo Ipda Dovi Eudy mengatakan kepada TribunKaltim.co pada Minggu (26/9/2021). 

Dijelaskan bahwa pisau yang digunakan pelaku Rendi, sudah disiapkan, sebelum melakukan aksinya menghilangkan nyawa perempuan asal Muara Ancalong ini.

Baca juga: Julia Diduga Dibunuh Sopir Kantor, Keluarga di Kutai Timur Tahu Juwanah Hilang dari Suami Korban

Baca juga: Polisi Beber Niat Pelaku dalam Membunuh Wanita Asal Kutim yang Kerjanya di Samarinda

Baca juga: Pelaku Diduga Kuat Pacar Korban, Motif Pembunuhan Wanita Asal Kutim yang Ditemukan Tinggal Tulang

Pisau tersebut ditemukan di TKP, dengan jasad Juwanah yang sudah menjadi tulang belulang.

Dikatakan kepolisian dari pengakuan pelaku memang sudah disiapkan.

Dan mobil yang digunakan merupakan kendaraan perusahaan.

Pelaku sempat mengatakan dalam melakukan aksinya dibantu oleh beberapa orang.

"Tapi itu juga hanya alibi, jadi dia memang pelaku tunggal," urainya.

Baca juga: Perempuan Kutim Berusia 25 Tahun Hilang 16 Hari, Ditemukan dalam Keadaan Sudah Menjadi Tengkorak

"Kita kenakan pasal 340 KUHP karena semuanya sudah direncanakan," imbuh Ipda Dovi Eudy.

Lebih dalam, Ipda Dovi Eudy menjelaskan, Rendi merupakan sopir perusahaan tempat Juwana bekerja.

Sedangkan korban merupakan karyawan di bagian marketing.

Rendi juga mengaku sering melihat Juwana mengenakan perhiasan serta pakaian bermerek mahal.

Hal ini juga memunculkan niat jahat dalam benak Rendi untuk menguasai harta benda korban.

Karena itu juga, pelaku lantas membuat skenario untuk bisa mengajak korban pergi. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved