Breaking News:

Berita Kukar Terkini

Gara-Gara Pandemi Orang Asing Tak Bisa Masuk, sehingga Proyek Tangki Timbun BBM Dianggap Fiktif

Masa pandemi Covid-19 membuat warga asing dibatasi untuk masuk ke Indonesia. Sehingga hal ini berdampak pada kerja sama proyek Tangki Timbun BBM di

Editor: Rahmad Taufiq
HO/PEMKAB KUKAR
Gubernur Kaltim, Isran Noor saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan tangki timbun dan terminal BBM di Samboja, Kukar pada Rabu, (22/9/2021) lalu. Proyek ini sempat dituding sebagai proyek fiktif karena tidak ada progres. HO/PEMKAB KUKAR 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG – Masa pandemi Covid-19 membuat warga asing dibatasi untuk masuk ke Indonesia. 

Sehingga hal ini berdampak pada kerja sama proyek Tangki Timbun BBM di Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Proyek sempat terkendala sehingga memunculkan anggapan di masyarakat sebagai proyek fiktif. 

Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor pada Rabu (22/9/2021) lalu telah melakukan peletakan batu pertama dan penarikan tirai tanda dimulainya secara resmi pembangunan tangki timbun BBM di Muara Sembilang, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Megaproyek yang menggelontorkan dana Rp 1,8 triliun ini kerja sama bisnis yang melibatkan beberapa perusahaan besar, yakni PT Petro TNC Indotank, Samos CCP Ltd Inggris, MKM Wira Malaysia, PT Alicorle Teknologi Internusa dan BUMD milik Kukar, PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM).

Baca juga: Sekda Sunggono Klaim Kukar Bukan Daerah Penyangga Ibu Kota Negara RI di Penajam

Baca juga: Tani Muda Santan Kukar Beber, Ruang Ekonomi Nelayan Hilang Lantaran Pertambangan

Baca juga: Kabupaten Kukar Belum Bisa Ekspor Sawit meski Area Lahannya Semakin Bertambah

Padahal, megaproyek ini sebelumnya sempat menjadi batu sandungan hukum karena dianggap sebagai proyek fiktif.

Menyikapi hal ini, kuasa hukum PT Petro TNC Indotank, Sudjanto menegaskan, terkait persoalan tersebut, dengan telah diresmikannya proyek itu oleh orang nomor satu Kaltim, yakni Gubernur Isran Noor, maka bisa dipastikan tuduhan selama ini bahwa proyek ini fiktif adalah sepenuhnya tidak benar.

“Jadi ini dari dulu bukan fiktif, cuma tidak bisa terlaksanakan karena orang asing tidak bisa masuk ke Indonesia karena kondisi Pandemi. Kalau tidak masuk ke Indonesia kan bagaimana bisa masuk duitnya ke sini, karena harus ada perjanjian tanda tangan pelaksanaan dari awal,” ungkapnya, Senin (27/9/2021).

Sudjanto mengungkapkan, rencana megaproyek tersebut memang sudah dilakukan sejak 2019 hingga tahun 2020, namun dalam perjalanannya ada perselisihan sengketa lahan di lokasi pertama yang juga terletak tidak jauh dari lokasi pembangunan saat ini.

“Setelah sudah pindah lokasi yang telah disepakati saat ini, tidak semua uangnya bisa masuk ke Indonesia. Makanya tertundalah, akhirnya orang lain melihatnya fiktif karena tidak ada kegiatan, dan peresmian megaproyek kemarin kan membuktikan bahwa itu proyek bukan fiktif dan diresmikan langsung oleh pak Gubernur,” jelasnya.

Adapun pemegang saham proyek ini sebanyak lima perusahaan, pertama Samos dari Inggris, MKM Malaysia, PT Alicorle, PT Petro TNC Indotank dan PT MGRM.

Dia mengemukakan, sejak peletakan batu pertama hingga saat ini sudah berlangsung jalannya pembangunan tangki timbun yang dikerjakan selama 540 hari kalender ini dan dibangun di luasan areal 25 hektare.

“Kalau bisnis itu tidak bisa sesuka hati sendiri, ibaratnya kalau kita bawa kendaraan sendiri kan bisa saja mau ke kiri atau ke kanan, tapi kalau orangnya ada 5 ya mana bisa anda ke kiri saya ke kanan, harus sama-sama.

Baca juga: Kebun Sawit di Kukar Bertambah, Berikut Besaran Hasil Panen yang Diperoleh Petani 

Dipilihnya perusahaan asing, selain pastinya bonafit, mereka kuat di permodalan, dananya kencang-kencang, dia pegang 70 persen, artinya dia percaya ke kita. Kita Indoneisa 30 persen saja, yaitu 20 persen Petro, 10 persen MGRM,” ucap Sudjanto. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved