Breaking News:

Berita Kutim Terkini

Pelaku Menganut Ilmu Hitam, Mencuri di Sangatta Kutim tanpa Memakai Pakaian

IR (32), membuat geger warga Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, setelah menjalankan aksi pencurian.

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFAUL MIRFAQO
Giat konferensi pers pengungkapan kasus pencurian yang dilakukan oleh IR, di halaman Mako Polres Kutim, Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (27/9/2021). TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - IR (32), membuat geger warga Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, setelah menjalankan aksi pencurian tanpa mengenakan busana.

Aksi pencurian IR terekam kamera pengawas milik warga saat tengah mengambil kabel dan sejumlah barang elektronik.

Kepolisian Resor Kabupaten Kutai Timur menggelar pers rilis terkait kasus pencurian IR yang ternyata sudah dilakukannya di 8 Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Pelaku adalah spesialis pembobol rumah. Baik yang kosong maupun ada,” ucap Kapolres Kutim, AKBP Welly Djatmoko, Senin (27/9/2021).

Baca juga: Terungkap! Inilah Alasan Honda Beat Sering Jadi Incaran Maling, Berikut Cara Menghindari Pencurian

Baca juga: Polisi Ringkus Pelaku Pencurian Motor di Balikpapan, Modusnya Dibawa Lari Sampai ke Paser

Baca juga: Pelaku Pencurian Kendaraan Bermotor di Balikpapan Diciduk Polisi, Sasar Motor di Halaman Rumah

Kapolres menjelaskan bahwa IR dalam melakukan aksinya dilakukan dengan tanpa busana atau telanjang karena menganut ajaran ilmu hitam.

Aksi pencurian gencar dilakukam pelaku pada malam hari, dengan cara merusak pintu, jendela atau gembok.

Barang hasil curian yang didapatkan pelaku selanjutnya dijual ke pedagang besi tua di seputaran wilayah Sangatta.

Terdapat 8 tempat yang telah berhasil dibobol pelaku, mulai dari workshop, rumah warga, toko, warung hingga cafe.

Baca juga: Polisi Ringkus Pelaku Pencurian Motor di Gang Makassar Samarinda, Korban Rugi Rp 26 Juta

Kasat Reskrim Polres Kutim AKP Abdul Rauf menjelaskan bahwa pergerakan pelaku sudah dimonitor sejak pelaku dibebaskan dari penjara.

"Pergerakan pelaku sudah terpantau oleh tim macan sejak bebas dari penjara. Namun aksinya berpindah-pindah," ujarnya.

Setelah mengumpulkan berbagai bukti kuat, akhirnya tim berhasil mengamankan pelaku saat berada di kontrakan bersama orang tuanya.

Dari hasil pengakuan, pelaku memastikan bahwa aksi pencurian yang dilakukan hanya seorang diri tanpa melibatkan orang lain.

Baca juga: Kronologi Pencurian Sarang Walet di Babulu, Pelaku Rusak CCTV hingga Sembunyi di Atas Gedung

Pelaku juga mengaku bahwa selama melakukan aksinya lebih banyak tanpa busana atau dengan menggunakan celana pendek (kolor).

"Pelaku dalam melakukan aksi lebih sering hanya memakai celana pendek atau kolor," ujar AKP Rauf. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved