Ibu Kota Negara

Sekda Sunggono Klaim Kukar Bukan Daerah Penyangga Ibu Kota Negara RI di Penajam

Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melaksanakan Bimbingan Teknis

Penulis: Aris Joni | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI
Sekda Kukar, Sunggono, menuturkan, Kukar sebagai mitra dari Ibu Kota Negara RI, bukan sebagai penyangga Ibu Kota Negara Republik Indonesia di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (27/9/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) tentang Penyusunan Masterplan Kota Cerdas (Smart City) Kabupaten Kukar.

Acara Bimtek tersebut dilangsungkan di Kantor Diskominfo Kukar, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (27/9/2021).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono.

Saat itu dia mengatakan, kebijakan pemerintah Kukar terhadap Ibu Kota Negara yakni sebagai mitra.

Baca juga: Songsong Ibu Kota Negara, Komisi X DPR RI Minta SDM Guru Ditingkatkan

Baca juga: Ibu Kota Negara Bakal di Kaltim, BNPT Ingatkan Kewaspadaan pada Pola Pikir Terorisme

Baca juga: KABAR GEMBIRA! Inilah Infrastruktur Ibu Kota Negara di Kaltim yang Ditargetkan Sudah Rampung di 2024

Dia tegaskan, bukan sebagai penyangga Ibu Kota Negara Republik Indonesia di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur

“Kita bukan daerah pendukung, tapi mitra,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Bupati Kukar Edi Damansyah berkeinginan Kutai Kartanegara bisa berkembang bersama dengan berkembangnya Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur.

Oleh sebab itu, pihaknya menginginkan Kukar menjadi mitra Ibu Kota Negara, bukan sebagai penyanggah Ibu Kota Negara.

Baca juga: Anggota DPR RI dari PKS Aus Hidayat, Anggap Pemindahan Ibu Kota Negara Belum Siap

Mitra yang sejajar dengan mereka-mereka, bagaimana Ibu Kota Negara berkembang seperti itu juga, Kabupaten Kukar berkembang.

Untuk itu, ketika perkembangan Ibu Kota Negara itu lebih besar dari kemampuan Kabupaten Kukar, maka ingin mereka bantu Kukar.

"Supaya kita berkembangnya sama-sama dengan berkembangnya Ibu Kota Negara itu,” jelasnya.

Dalam kegiatan bimtek tersebut kata Sunggono, pihaknya ingin memetakan Kukar sebagai daerah destinasi Ibu Kota Negara dalam perkembangannya ke depan.

Baca juga: NEWS VIDEO Butuh Waktu 15-20 Tahun Pemindahan Ibu Kota Negara Baru di Kalimantan Timur

Karena menurut dia, Ibu Kota Negara itu wilayah dengan proto type yang luar biasa dan di Kukar di skenariokan bisa berkembang sebagai kota yang mendukung itu.

Jadi bimtek ini yang kedua, lanjutan dari yang pertama. Bedanya tadi yang dikatakan narsum nanti akan ada lima dokumen.

"Kalau yang pertama tiga dokumen nanti lima dokumen yang akan dijadikan dasar,” terangnya.

Lanjut dia, isu Ibu Kota Negara termasuk isu yang penting dalam penyusunan RPJMD.

Sehingga seluruh OPD saat menyusun rencana strategis (Renstra) yang merupakan turunan dari RPJMD harus memastikan kedudukan Kukar sebagai mitra Ibu Kota Negara antinya.

“Target penyelesaian master plan itu kan tim ahli yang buat, tapi sebelum Oktober akhir sudah selesai mudah-mudahan,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved