Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Lati Taka Borneo, UMKM Produk Herbal Kampanyekan Lindungi Hutan Kalimantan Timur

Kali ini Lati Taka Borneo turut mengkampanyekan dan mengajak masyarakat untuk menjaga hutan Kalimantan.

Penulis: Niken Dwi Sitoningrum | Editor: Budi Susilo
HO/Ngrencangi
Contoh produk Booth Lati Taka Borneo di event Launching Balikpapan Festival 2021 Goes to Nature, di Plaza Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (27/9/2021) siang.  

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Lati Taka Borneo, merepresentasikan produk herbal asal Kalimantan Timur.

Kali ini Lati Taka Borneo turut mengkampanyekan dan mengajak masyarakat untuk menjaga hutan Kalimantan.

Lati Taka Borneo merupakan salah satu UMKM yang turut terlibat dalam produksi film pendek bertajuk Balikpapan Festival 2021 Goes to Nature.

Itu dalam rangka promosi pariwisata dan ekonomi kreatif potensial di Kota Balikpapan.

Baca juga: Gagal Jadi Pebisnis Sarang Walet, Agustinus Gabriel Sukses Lakoni UMKM Balikpapan Madu Lun Tau

Baca juga: Terbukti Tahan Krisis di Masa Lalu, Jelang New Normal UMKM Balikpapan Digeber Pelatihan & Webinar

Baca juga: Olah Makanan Sehat, Pelaku UMKM Balikpapan Kenalkan Produk Mie Mokaf Berbahan Singkong

Dalam usahanya, Mei Christy (38), selaku owner Lati Taka Borneo, sekaligus wanita asli suku Dayak ini ingin mengangkat kembali produk herbal untuk dapat kembali diminati masyarakat luas.

Dan khususnya masyarakat Kalimantan Timur dalam hal pengobatan dan menjaga ketahanan tubuh.

"Awalnya saya liat dari kampung dan nenek saya sendiri yang bisa berumur hingga mencapai 100-an tahun dengan mengonsumsi ramuan-ramuan tradisional Dayak, akhirnya saya tertarik untuk mempelajari lebih lanjut, apalagi Lati Taka sendiri terlahir di awal masa pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung ini ya," ujar Mei pada saat dihubungi oleh TribunKaltim.co Selasa (28/09/2021) siang.

Untuk bahan baku sendiri, Mei mengungkapan bahwa selain memberdayakan petani cengkeh yang berasal dari Lamaru, Kota Balikpapan, Kalimantna Timur.

Baca juga: Penyelamatan UMKM Balikpapan di Tengah Pandemi Covid-19, Digitalisasi jadi Agenda Kolektif

Tetapi ia juga mempekerjakan saudara-saudaranya yang ada di kampungnya untuk mendapatkan bahan baku yang berasal dari hutan di wilayah Kalimantan Timur.

"Kalau cengkeh sendiri itu karena home base produksi kita ada di Kota Balikpapan, jadi mengambil dari petani cengkeh yang ada di Lamaru, selebihnya diambil dari hutan di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur," tambahnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved