Breaking News:

Virus Corona di Kutim

Penularan Covid-19 di Kutai Timur Mulai Turun, Kadinkes Pastikan Isoter Tetap Difungsikan

Penurunan ini juga terlihat dari jumlah pasien yang menjalani perawatan di tempat isolasi terpusat milik pemerintah di Asrama SMAN 2 Sangatta Utara

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO
Lokasi isolasi terpusat di Asrama SMAN 2 Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur. TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Penularan Covid-19 di Kabupaten Kutai Timur kian hari mulai menunjukkan adanya penurunan.

Bahkan per tanggal 28 September 2021, kasus aktif di Kutim sudah berada di bawah angka 100.

Penurunan ini juga terlihat dari jumlah pasien yang menjalani perawatan di tempat isolasi terpusat milik pemerintah di Asrama SMAN 2 Sangatta Utara.

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr Bahrani Hasanal mengatakan bahwa kini pasien yang menjalani isolasi di lokasi isoter sudah bisa dihitung jari.

"Warga Kutim yang menjalani isolasi tersisa 9 orang. Padahal sebelumnya, Isoter dipenuhi bisa 60 hingga 70 orang," ujarnya, Rabu (29/9/2021).

Baca juga: PPKM Turun Jadi Level 2, Pemkab Akan Gelar Upacara Peringatan HUT Kutai Timur

Baca juga: Status PPKM di Kutai Timur Turun ke Level 2, Beberapa Kebijakan Mengalami Kelonggaran

Baca juga: Madrasah di Kutai Timur Siap PTM, Kemenag Ungkap 28 Satuan Pendidikan Kirim Permohonan Rekomendasi

Lebih lanjut, mantan Direktur RSUD Kudungga tersebut memaparkan bahwa memang selama dua pekan terakhir angka penularan menurun.

Jika sebelumnya Kutai Timur ada di angka 17 persen dari jumlah tertinggi kasus aktif, kini mengalami penurunan menjadi sekitar 13 persen saja.

Bahrani mengungkap bahwa pihaknya berupaya untuk terus mempertahankan penurunan ini hingga Kutai Timur bisa turun lagi hingga jumlah tertinggi kasus aktif berada di 10 persen.

“Semoga bisa terus dipertahankan karena standarnya ada di 10 persen per harinya,” ujarnya.

Terkait fasilitas isoter, Bahrani mengatakan bahwa sarana isolasi ini tidak akan ditutup jika nantinya tidak ada lagi pasien yang menjalani isolasi.

Baca juga: Persiapan PTM di Kutai Timur, Wakil Bupati Kasmidi Bulang Minta Guru Segera Terima Vaksin Covid-19

Hal ini sebagai tindakan preventif dari pemerintah apabila terdapat gelombang penularan baru, sekaligus melihat manfaat isoter yang berpengaruh pada upaya menekan penularan.

“Jadi kami tidak ingin lengah. Makanya lokasi Isoter sepertinya akan tetap difungsikan,” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved