Wawancara Eksklusif
EKSKLUSIF - PKS Sudah Punya Kandidat Bakal Calon Gubernur Kaltim, Sonhaji Sebut Dua Nama
Ketua PKS Balikpapan, Sonhaji menyebutkan bahwa PKS tidak akan tinggal diam atau tidak memberikan kontribusi dalam setiap Pilkada maupun Pilpres.
TRIBUNKALTIM.CO - Bicara Pemilu 2024 tidak hanya bicara tentang Pilpres dan Pileg, tapi ada Pilkada Provinsi Kaltim dan Pilkada Kabupaten/Kota.
Bagaimana Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyikapi ini?
Ketua PKS Balikpapan, Sonhaji menyebutkan bahwa PKS tidak akan tinggal diam atau tidak memberikan kontribusi dalam setiap Pilkada maupun Pilpres khususnya.
“Jadi, kalau untuk kandidat calon gubernur, kita sendiri sudah ada kepala daerah yang memang kadernya PKS,” katanya dalam Talkshow Tribun Kaltim Series “PKS Menuju 2024".
Siapa saja calon-calon potensial dari PKS, berikut petikan wawancara eksklusif Tribun Kaltim bersama Sonhaji.
Apakah PKS bakal kembali mengusulkan calon-calon di Pemilu 2024?
Jadi, tetap kita akan mengikuti kontestasi baik di tingkat Pilpres, Pilgub maupun Pilkada Kabupaten/Kota. Dalam artian memberikan kontribusi untuk menyodorkan kandidat-kandidat dari PKS untuk menjadi salah satu alternatif pilihan.
Meskipun, kita menyadari, menyodorkan seorang kandidat di pemilu itu tergantung jumlah kursinya lagi.
Kebetulan kemarin itu kita berkoalisi dengan Gerindra di pengalaman 2018 kemarin, menyodorkan kandidat karena PKS juga punya kursi, kemudian di Pilgub kita menyodorkan Pak Hadi Mulyadi.
Kalau di 2024, Pilpres kan sudah jelas kandidatnya ditentukan oleh perolehan jumlah kursi di 2019 yang lalu.
Tapi untuk Pilkada, yang dilakukan Oktober itu kan dihasilkan dari Pileg yang disamakan waktunya dengan Pilpres.
Tentunya, kita akan memberikan kontribusi di manapun atau berapapun suara yang kita lakukan. Kalau kita memenuhi jumlah kursi untuk mengajukan, pasti kita akan mempertimbangkan kader menjadi salah satu kandidat.
Tapi, kalaupun suara kita tidak mencukupi untuk mengajukan kandidat, kita bisa berkoalisi dengan partai-partai yang lain.
PKS tidak akan tinggal diam atau tidak memberikan kontribusi dalam setiap Pilkada dan Pilpres khususnya.
Itu bentuk koalisi yang bersifat cair, Pak?
Memang idealnya koalisi di tingkat pusat sama dengan di tingkat daerah.
Tapi, bukan berarti kemudian harga mati di tingkat pusat lalu tidak bisa bersifat cair di tingkat daerah karena kebijakan lokal ini juga menentukan bagaimana kondisi di masing-masing provinsi atau kota ini juga menjadi pertimbangan.
Dari beberapa calon yang saat ini sudah beredar, apakah ada yang sudah dilirik oleh PKS untuk calon gubernur nanti?
Kalau untuk kandidat calon gubernur, kita sendiri sudah ada kepala daerah yang memang kadernya PKS, misalkan di Berau ada Bu Sri Juniarsih, Kutim ada Pak Ardiansyah Sulaiman, kan ini contoh-contoh pure PKS dan bisa menjadi salah satu opsi.
Di samping itu, kita juga punya koalisi contohnya di Balikpapan kita mendukung Pak Rahmad Mas’ud dan sekarang menjadi Walikota di Balikpapan ini.
Di beberapa daerah di Kaltim ini kita memiliki kemenangan di 5 Dapil di pilkada 2020, ini kan menjadi hal yang menarik.
Di 2 kabupaten/kota kita ada 2 kandidat, Bu Sri dan Pak Ardiansyah.
Di Samarinda kita mendukung pak Andi Harun, dan Alhamdulillah menang, di Balikpapan kita mendukung pak Rahmad Mas’ud juga, di Kukar kita juga memberikan kontribusi dalam koalisi besar itu.
Di luar 2 nama yang telah disebutkan tadi, ada tidak dari PKS sendiri?
Ya, tentunya ada ya. Kita tinggal melihat perkembangannya kandidat-kandidat yang dirasakan kontribusinya oleh masyarakat.
Bisa sebut nama atau inisial saja mungkin?
Banyak, ya. Misalkan, anggota dewan kita di tingkat pusat ada Pak Aus (Aus Hidayat Nur, Anggita DPR RI), di tingkat daerah ada Pak Ali Hamdi, di tingkat wilayah ada Pak Harun (Harun Al Rasyid) yang sekarang sebagai anggota DPRD Provinsi.
Kita membuka itu, kader-kader yang memiliki potensi di level manapun dia, kita akan memberikan semangat untuk ber-Fastabiqul khairat.
Jangankan menjadi gubernur, presiden pun kita sudah siap.
Sekarang kita sudah mulai mempublikasikan Dr. Salim selaku KMS kita, sebagai salah satu alternatif yang diberikan oleh PKS kepada masyarakat.
Meskipun, kita terus membuka peluang-peluang untuk masukan-masukan dan seterusnya. Bukan berarti kemudian yang eksternal tidak ada kesempatan juga.
Ada gambaran koalisi sendiri atau tidak untuk Pilgub Kaltim, Pak?
Kalau pilgub, kita lihat dulu nanti di 2024 itu seberapa banyak kursi kita. Apapun yang kita peroleh nanti di 2024, kita pasti akan berkontribusi untuk setiap pilkada.
Selain pilgub kan ada pilkada Kota Balikpapan, di 2024 ini bagaimana nih Pak?
Di 2024 ini, untuk internal Balikpapan sudah ada nama-nama yang kita lihat potensinya, Ketua DPD atau yang lainnya.
Secara DPP, memang sudah diajukan 2 nama, yaitu saya sendiri dan Pak Fahrul.
Pemilu 2024 ini kita lihat nanti siapa kader yang berpotensi di Kota Balikpapan ini.
PKS ini banyak kader yang potensial, tidak kekurangan kader.
Sehingga, tinggal kemudian siapa yang kita lihat dari kader-kader ini yang bisa memberikan kontribusi dan tentunya dengan melihat track record dan mekanisme yang ada di internal partai lagi kan.
Kalau Bapak sendiri, ketika dicalonkan apakah sudah siap Pak?
Kader PKS ini harus siap, ya. Maksudnya, diamanahkan di manapun bagi kader PKS, jangankan dari pilkada, dari struktur sendiri, mau diamanahkan di manapun itu ya jadi amanah yang harus diemban.
Sudah melakukan sosialisasi nih Pak?
Terus bekerja melayani umat, kan begitu.
Posisi Wakil Walikota yang saat ini kosong, terkait calon wakil walikota Balikpapan ini apakah PKS mengajukan nama untuk kandidat, mengingat PKS salah satu partai pendukung Waktu Pilwali Balikpapan 2020 lalu?
Delapan partai yang berkoalisi untuk mendukung sebelumnya ini pun memiliki hak yang sama untuk mengajukan kandidat dengan mekanisme penyerahan nama-nama kandidat kepada Pak Walikota.
Kemudian nama-nama anggota koalisi partai pengusung tersebut kemudian dipilih 2 nama yang nantinya akan diusulkan ke dewan, nanti kan pemilihannya di DPRD.
Jadi, sudah ada calonnya dari PKS. Siapa kalau boleh tau, Pak?
Tadi kan sudah saya sebutkan, antara saya sama Pak Fahrul, tinggal pak Walikota (Balikpapan) lagi, tendensinya ke saya atau ke pak Fahrul, begitu. (Niken Dwi Sitoningrum/Bagian 2)
Wawancara Eksklusif Ketua PKS Balikpapan Sonhaji Bagian 1