Breaking News:

Berita Samarinda Terkini

Marak Penipuan SIM di Samarinda, Polisi Sebutkan Perbedaannya, Masyarakat Jangan Mudah Dibohongi

Marak penipuan oleh pelaku pemalsuan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Samarinda dalam sepekan terakhir. Polisi mengimbau masyarakat jangan mudah tertipu

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Gedung Satpas Polresta Samarinda tempat pengurusan dan penerbitan SIM di Kota Samarinda, Kaltim, Kamis (30/9/2021). TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Marak penipuan oleh pelaku pemalsuan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Samarinda dalam sepekan terakhir. Polisi mengimbau masyarakat jangan mudah tertipu.

Pihak Sat Lantas Polresta Samarinda juga menjelaskan perbedaan SIM asli dan palsu agar masyarakat bisa membedakan. Selain itu, kepolisian juga memberikan nomor hotline jika ada indikasi penipuan.

"Untuk membuktikan keaslian SIM, dapat dilihat dari hologramnya. Makanya kami mohon agar masyarakat bisa menghubungi kami, atau datang langsung ke Polres jika ada yang belum diketahui tentang persyaratan dan tata cara menerbitkan SIM," jelas Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol Dian Wisnu Ristanto melalui Kasubnit II Regident Ipda Mulyadi, Kamis (30/9/2021).

"Kami siap membantu. Bahkan kami sediakan nomor pengaduan," jelas Ipda Mulyadi.

Kepolisian berharap masyarakat tidak ada yang tertipu lagi, karena beberapa hari terakhir banyak masyarakat yang tertipu dengan modus yang dilakukan oknum pelaku ini.

Baca juga: Terbitkan SIM Palsu Sejak 2018, Sepasang Suami Istri di Kukar Ditangkap, Tarifnya Segini

Baca juga: Terungkapnya Pembuat SIM Palsu di Balikpapan, Begini Cara Bedakan SIM Asli dan Palsu

Baca juga: Pembuat SIM Palsu di Balikpapan Tertangkap, Sebulan Membuat 9 SIM Palsu, Segini Tarifnya

Untuk diketahui nominal yang diminta oleh oknum pelaku penipuan SIM tanpa harus melalui prosedur tes di Polresta Samarinda dipatok dengan harga bervariasi.

Salah satu korban pernah mengadu ke gedung Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Polresta Samarinda mengaku diminta sejumlah uang, SIM A dan C dengan total Rp 900 ribu. 

Rinciannya yaitu Rp 500 ribu untuk SIM A dan Rp 400 ribu untuk SIM C. 

"Padahal harga resmi pengurusan SIM, nominalnya hanya Rp 100 ribu untuk SIM C baru, sementara SIM A baru Rp 120 ribu" tegas Ipda Mulyadi. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved