Selasa, 9 Juni 2026

Virus Corona di Bontang

Pasca 3 Bulan Kasus Covid-19 Melandai, Manajemen RSUD Bontang Evaluasi Kinerja Nakes Baru

Manajemen RSUD Taman Husada Bontang bakal mengevaluasi Tenaga Kesehatan yang baru direkrut pasca tiga bulan tren kasus Covid-19 melandai.

Tayang:
Penulis: Ismail Usman |
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Ilustrasi tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19. TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Manajemen RSUD Taman Husada Bontang bakal mengevaluasi Tenaga Kesehatan yang baru direkrut pasca tiga bulan tren kasus Covid-19 melandai.

Hal itu disampaikan Plt Direktur RSUD Taman Husada, drg. Toetoek Pribadi Ekowati saat dihubungi, Kamis (30/9/2021).

Nakes yang baru direkrut beberapa waktu lalu itu untuk membantu pelayanan kesehatan di RSUD saat kondisi tren Covid-19 di level tertinggi.

"Karena sebelum itu kita sempat merawat 88 pasien. Itu terbanyak sepanjang menyebarnya Virus Corona. Sehingga kita rekrutmen nakes," tuturnya.

Rumah Sakit plat merah itu pun membuka rekrutmen untuk nakes perawat sebanyak 12 orang, satu tenaga apoteker, dan 4 dokter umum beberapa bulan lalu.

Baca juga: Jika Tren Covid-19 Terus Melandai, RSUD Bontang Akan Evaluasi Kontrak Kerja Nakes Baru

Baca juga: Tren Kasus Covid-19 Melandai, Tersisa 11 Pasien Dirawat di RSUD Bontang

Baca juga: Update Covid-19 Bontang, Rabu 29 September 2021, Tercatat 24 Pasien Sembuh, 1 Orang Meninggal

Seluruh Nakes ini masih tetap akan bertugas meski pasien Covid-19 yang dirawat saat ini tersisa 11 orang.

Sebab, sejumlah ruang yang sebelumnya digunakan untuk pasien Covid-19 belum semuanya dikonversi dan disterilkan.

"Karena ruang Cempaka 20 bed masih kita gunakan untuk Covid-19. Sedangkan 16 ruang memang dibuat khusus bagi pasien Covid-19," ujarnya.

Jadi tempat tidur yang disiapkan RSUD saat ini berjumlah 36 bed.

Sesuai aturan, total bed yang digunakan itu harus menyesuaikan dengan jumlah Nakes yang bertugas.

"Walaupun cuman 11 pasien, tetap saja nakes bertugas sesuai standar jumlah bed yang tersedia. Karena itu ada regulasinya," bebernya.

Toetoek menjelaskan, jika tren Covid-19 ini melandai selama tiga bulan, maka Nakes yang direkrut itu akan dievaluasi sesuai batas kontrak kerja yang telah disepakati.

"Yah, bakal kita evaluasi, makanya kontraknya kita tentukan hanya tiga bulan. Itu kalau misalnya tren Covid-19 menurun. Tapi kalau tidak bisa tetap lanjut," jelas Toetoek.

Baca juga: Tes SKD CPNS Bontang, Satu Peserta Dinyatakan Positif Covid-19

Ia menegaskan, gaji bagi tenaga kesehatan ini bersumber dari dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD.

"Saya kasih tahu kalau sumber dana gaji ini bukan dari APBD Bontang. Karena kami gunakan dana BLUD kita. Jadi harus dibedakan biar tidak keliru," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved