Breaking News:

Pesona Borneo

Wisata Desa Hutan Mangrove Ardi Mulyo Bulungan Mulai Banyak Dilirik

Sejak dibuka pada tahun 2020 lalu, objek wisata hutan mangrove di Desa Ardi Mulyo, Tanjung Palas Utara.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MAULANA ILHAMI
Pengunjung saat berjalan menyusuri hutan mangrove menikmati pesona wisata alam Hutan Mangrove di Desa Ardi Mulyo, Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara pada Sabtu 2 Oktober 2021.  

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Sejak dibuka pada tahun 2020 lalu, objek wisata hutan mangrove di Desa Ardi Mulyo, Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, mulai dilirik banyak pihak.

Sempat vakum kegiatan pariwisatanya lantaran terkena dampak pandemi Covid-19 karena adanya pembatasan sosial secara ketat. 

Tentu saja, ada pembatasan kunjungan wisatawan ke lokasi hutan mangrove Desa Ardi Mulyo ini.

Tidak hanya wisatawan, objek wisata hutan mangrove seluas 5 hektar itu, kini juga mendapatkan perhatian dari Asosiasi Pengusaha Pribumi Indonesia atau Asprindo.

Baca juga: Ekowisata Mangrove Center Graha Indah Balikpapan, Cara Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19

Baca juga: Susuri Wisata Alam Hutan Mangrove Ardi Mulyo Kabupaten Bulungan di Atas Floating Deck

Baca juga: Obyek Wisata Mangrove Center di Balikpapan Buka Sejak Awal Juli, Tolak Turis Asing

Juga disenangi oleh pihak lembaga Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pengelola wisata alam Hutan Mangrove Ardi Mulyo, Yosran Efendi, Sabtu (2/10/2021) lalu kepada TribunKaltim.co.

“Aktifnya itu mulai 2020, kita jalan satu setengah tahun, dan itu mulai ada penghasilan lumayan, di tahun 2021, kita buka dua bulan, kena PPKM, tapi progresnya mulai bagus dan pemerintah mulai melirik,” kata Yosran Efendi. (*)

Sumber: Tribun kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved