Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Wisata Mangrove Tingkatkan Ekonomi Desa Ardi Mulyo Bulungan, Serap Tenaga Kerja Lokal

Menelurkan tempat wisata baru yang berbasiskan kelestarian alam memberi dampak positif ke sektor tenaga kerja

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MAULANA ILHAMI
Pengunjung saat berjalan menyusuri hutan mangrove menikmati pesona wisata alam hutan mangrove di Desa Ardi Mulyo, Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara pada Sabtu 2 Oktober 2021. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG PALAS UTARA - Menelurkan tempat wisata baru yang berbasiskan kelestarian alam memberi dampak positif ke sektor tenaga kerja.

Inilah yang terjadi di Desa Ardi Mulyo, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan UTara, mengembangkan wisata alam mangrove, yang kini mulai dilirik banyak orang untuk berkunjung. 

Efek positif keberadaan wisata mangrove, bisa menciptakan lapangan kerja, menyerap tenaga kerja lokal setempat, mengurangi tingkat pengangguran di desa.  

Demikian dibeberkan oleh pengelola wisata alam Hutan Mangrove Ardi Mulyo, Yosran Efendi, Sabtu (2/10/2021) saat bersua dengan TribunKaltim.co di Desa Arid Mulyo, Tanjung Palas Utara.

Baca juga: Wisata Desa Hutan Mangrove Ardi Mulyo Bulungan Mulai Banyak Dilirik

Baca juga: Hutan Mangrove di Sebatik Segera Direboisasi, Ini Progresnya

Baca juga: Susuri Wisata Alam Hutan Mangrove Ardi Mulyo Kabupaten Bulungan di Atas Floating Deck

Yosran menuturkan, dengan adanya wisata hutan mangrove turut membantu meningkatkan perekonomian warga desa, utamanya bagi para pemuda desa.

“Kita sudah bisa menyerap tenaga kerja lokal dan anak-anak muda di desa kita mendapatkan penghasilan langsung dari wisata itu, dan kita bisa menghasilkan Rp 9 juta dan itu hanya beberapa bulan kegiatan saja,” ujarnya.

Ia berharap, dengan adanya wisata hutan mangrove di Desa Ardi Mulyo, tidak hanya menambah pendapatan bagi warga desa.

Namun juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kelestarian hutan mangrove.

Baca juga: BRGM Tegaskan Rehabilitasi Kawasan Hutan Mangrove Bukan Maksud untuk Alih Fungsi Lahan Tambak

“Sejauh ini masyarakat berkunjung untuk berwisata ya, tapi kita harapkan ini bisa menambah kesadaran masyarakat tentang pentingnya mangrove untuk jangka panjang,” tuturnya. 

Diguyur Dana Rp 13 Miliar

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved