Breaking News:

Virus Corona di Kaltim

Covid-19 Melandai, Ekonomi Kaltim Mengalami Inflasi, Berikut Ini Pemicunya

Kasus Covid-19 yang terus melandai di Kalimantan Timur (Kaltim) membuat perekonomian daerah ini kembali berjalan normal

TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO
Kepala BI Perwakilan Kalimantan Timur Tutuk SH Cahyono. TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kasus Covid-19 yang terus melandai di Kalimantan Timur (Kaltim) membuat perekonomian daerah ini kembali berjalan normal.

Dengan peningkatan perekonomian tersebut maka inflasi terjadi di bumi Etam. Data Bank Indonesia, wilayah Kaltim pada bulan September 2021 terjadi inflasi sebesar 0,14 persen.

Kepala BI Perwakilan Kalimantan Timur Tutuk SH Cahyono, (4/10/2021) mengatakan hal tersebut dipicu banyaknya permintaan terkait kebutuhan bahan pokok.

"infiasi September 2021 utamanya bersumber dari kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok pakaian dan alas kaki," ucapnya.

Ia menilai dengan turunnya kasus Covid-19 dan gencarnya vaksinasi di Kaltim membuat masyarakat aman ketika melaksanakan kegiatan di luar rumah. Sehingga kegiatan ekonomi khususnya di Kaltim pun mulai bergairah lagi.

Baca juga: Tekanan Inflasi Turun Karena Pasokan Terjaga, Bawang Merah Masih Ikut Sumbang di Angka 0,04 Persen

Baca juga: Jalan Rusak Bisa Jadi Pemicu Inflasi, Wabup Berharap Pusat dan Pemprov Perbaiki Ruas Kubar-Samarinda

Baca juga: Cegah Inflasi di Kaltim, Kemenko Perekonomian Minta Pemerintah Kembangkan Teknologi Digitalisasi

"Hal tersebut tercemin dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami infiasi sebesar 0,50 % (mtm) setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi sebesar 0,92 % (mtm),", ucapnya.

Selain hal tersebut beberapa komoditas lainnya juga mengalami peningkatan. Sebut saja komoditas seperti bayam dan daging ayam ras menjadi penyumbang infiasi utama Kaltim. Di bulan ini yang masing-masing tercatat mengalami kenaikan sebesar 31 (mtm) dan 3,31 % (mtm) dan memiliki andil total 0,1 2% (mtm).

Selain kelompok makanan, kelompok pakaian dan alas kaki juga kembali mengalami kenaikan harga seiring dengan pelonggaran kebijakan PPKM di beberapa wialyah Kaltim. Kelompok pakaian dan alas kaki tercatat mengalami infiasi sebesar 0,87 % (mtm) setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi sebesar 0,25 % (mtm).

"Peningkatan didorong oleh telah beroprasinya pusat-pusat perbelanjaan di Kaltim terutama di wilayah yang level PPKM nya mengalami penurunan.

Koordinasi dalam kerangka Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di wilayah Kalimantan Timur terus dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga," ucap Tutuk.

Baca juga: Sambut Ibu Kota Negara, Kabupaten Penajam Paser Utara akan Jadi Daerah Pencatat Inflasi Baru

Pada bulan September 2021, telah dilaksanakan Rapat Koordinasi TPID Provinsi Kaltim yang dipimpin oleh Kepala Biro Ekonomi Provinsi Kalimantan Timur yang membahas rantai nilai lokal, pengendalian infiasi dan potensi sumber-sumber pertumbuhan ekonomi.

Selain itü juga telah dilaksanakan Rapat Koordinasi antara BI Kaltim bersama Walikota Samarinda serta Asda Samarinda terkait pengembangan digitalisasi bahan pangan sebagai bagian dari pengembangan aplikasi Samarinda Smart City yang tengah dikembangkan oleh Pemkot Samarinda. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved