Breaking News:

Berita Berau Terkini

Ahli Waris Tutup Sekolah Secara Paksa, Wabup Berau Gamalis Langsung Tinjau Fasilitas Pendidikan

Penutupan sekolah secara paksa pada SMPN 1 Biduk-Biduk, oleh seorang ahli waris lahan sekolah tersebut, mendapat perhatian dari Wakil Bupati Berau

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Pintu gerbang SMPN 1 Biduk-Biduk Kabupaten Berau ditutup ahli waris. Wakil Bupati Berau, Gamalis mendatangi sekolah tersebut untuk memediasi agar ada jalan tengah terbaik buat kedua pihak dan anak-anak tak dirugikan. TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Penutupan sekolah secara paksa pada SMPN 1 Biduk-biduk, oleh seorang ahli waris lahan sekolah tersebut, mendapat perhatian dari Wakil Bupati Berau, Gamalis.

Wakil Bupati Berau, Gamalis langsung meninjau lokasi SMPN 1 Biduk-biduk, untuk melihat kondisi yang sebenarnya. Padahal, pihak sekolah sudah mempersiapkan bangunan lagi, untuk sekolah tatap muka pasa Senin mendatang.

“Saya baru lihat ke lokasi, karena ini pemasangan spanduk baru satu hari, di hari Rabu kemarin,” jelasnya kepada Tribunkaltim.co, Kamis (7/10/2021).

Sesuai cerita dari seorang ahli waris tanah, yang enggan untuk diwawancarai, Gamalis menyampaikan lahan SMPN 1 Biduk-biduk merupakan tanah bertukar guling, sejak 38 tahun lalu dan sudah disepakati kedua belah pihak untuk saling mendapatkan keuntungan.

“Ya ini hasil tukar guling, ahli waris memiliki ranah yang ditukarkan dengan bangunan SMPN 1 ini, tapi tidak ada hitam di atas putih, karena sudah sangat lama, dan orangtua ahli waris lah yang menyetujui,” ungkap Gamalis.

Baca juga: Ahli Waris Segel Sekolah, Ribuan Siswa Telantar

Baca juga: Tuntut Ganti Rugi, Warga Ancam Segel Sekolah

Baca juga: Dinas Pendidikan Berau Diminta Sediakan Sekolah di KAT Sungai Maning

Tetapi, sertifikat tanah SMPN 1 Biduk-biduk masih atas nama sang ahli waris. Sebab itulah, Pemkab Berau menerima tuntutan ganti rugi atas berdirinya bangunan tersebut.

Lanjut Gamalis, pihaknya belum bisa secara langsung memberikan solusi. Namun, langkah awal yang akan dilakukan yakni merunut kasus yang lumayan lama ini, untuk mendapat titik temunya.

“Kalau saya terus terang baru tahu, saya akan coba ke asisten satu dulu, jika perlu bersama sekda. Nanti akan kami coba ke Dinas Pertanahan dan Dinas Pendidikan juga, karena tanah ini sudah ada kesepakatan tukar guling,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gamalis mengakui bahwa pihak ahli waris meminta agar tanahnya mendapat kompensasi saja, tidak memerlukan perubahan sekolah tersebut.

“Ya memang permintaan ahli waris untuk diganti saja luasan lahannya, dan lahan tukar guling milik mereka yang satunya lagi, akan diberikan ke Pemda sebagai aset. Tapi kita telusuri dulu ya,” tuturnya.

Baca juga: Wabup Berau Minta Dinas Pendidikan Segera Berikan Data Persiapan Pembelajaran Tatap Muka

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved