Breaking News:

Kampung Energi Wasteco Manggar Diberdayakan Lewat Sampah Organik

Kampung Energi Wasteco Manggar diberdayakan oleh TPA Manggar melalui pengelolaan dan pemanfaatan energi terbarukan berjenis gas metana yang didapatkan

Tribun Kaltim/Niken Dwi Sitoningrum
Kampung Energi Wasteco Manggar telah diresmikan oleh Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas'ud pada pertengahan September lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO - Kampung Energi Wasteco Manggar diberdayakan oleh TPA Manggar melalui pengelolaan dan pemanfaatan energi terbarukan berjenis gas metana yang didapatkan melalui dekomposisi sampah organik.

Kampung Energi Wasteco Manggar telah diresmikan oleh Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas'ud pada pertengahan September lalu.

Hal ini didukung oleh pengelolaan dan pemanfaatan gas metana yang dihasilkan TPA Manggar, kemudian disalurkan ke warga sekitar TPA Manggar.

Baca juga: Wisata Edukasi TPA Manggar Balikpapan Ditutup, Pengunjung Cari Info Pegelolaan Limbah Tetap Dilayani

Kepala UPT TPA Manggar, Tonny Hartono menyampaikan, tujuan awal pengelolaan sampah di TPA Manggar ini adalah meminimalisasi gas-gas penyebab efek rumah kaca.

Namun, seiring berjalannya waktu, TPA Manggar memanfaatkan gas metana yang dihasilkan dari proses pengelolaan sampah yang terjadi untuk dapat didistribusikan ke masyarakat sekitar sebagai bahan bakar.

Adapun gas metana yang ditangkap melalui hasil dekomposisi sampah organik dan proses pemurnian tersebut dikelola kembali oleh badan pengelola yang dibentuk di dalam masyarakat, sehingga pendistribusiannya dapat dilakukan secara merata di beberapa RT sekitar TPA Manggar sendiri.

"Untuk saat ini sudah ada 4 RT yang dapat menikmati pemanfaatan gas metana yang dihasilkan TPA Manggar, yaitu RT 61, RT 36, RT 97 dan RT 95 dengan total kurang lebih 200 titik api yang tersebar di rumah-rumah warga," ungkap Tonny.

Selain itu, Tonny menambahkan bahwa dengan penyaluran gas metana dan diresmikannya wilayah sekitar TPA Manggar sebagai Kampung Energi Wasteco (Waste to Energy for Community) tersebut, harapannya dapat dimanfaatkan warga untuk membentuk usaha kecil dan menengah (UKM) yang berkembang di tengah masyarakat.

"Kami berharap bahwa dengan keberadaan TPA Manggar dan diresmikannya Kampung Energi Wasteco untuk sekitar wilayah TPA Manggar ini dapat memberikan manfaat dalam bentuk apapun, untuk pemanfaatan gas metana ini kami harap dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar TPA Manggar dengan membentuk UKM-UKM yang menguntungkan bagi masyarakat itu sendiri," tambahnya.

TPA Manggar sendiri tidak memungut biaya sepeser pun untuk proses pendistribusian yang mereka lakukan dengan pipa induk yang mereka miliki.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved