Breaking News:

News Video

NEWS VIDEO Harga Saham Unilever Indonesia Melesat 12,8 Persen

Pada penutupan sesi I perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham Unilever Indonesia (UNVR) bangkit dari tidurnya, Kamis (7/10/2021)

Editor: Jonathan Roy

TRIBUNKALTIM.CO - Pada penutupan sesi I perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham Unilever Indonesia (UNVR) bangkit dari tidurnya, Kamis (7/10/2021).

UNVR melesat 12,8 persen atau naik 550 poin ke level Rp 4.820 per saham.

Sebagai informasi, sejak tahun 2020 harga saham UNVR mulai perlahan turun dari sebelumnya berada di kisaran Rp 7.000 hingga Rp 8.000 per saham.

Senior Investment Information Mirae Asset Martha Christina mengatakan, meskipun mengalami kenaikan signifikan, secara jangka panjang UNVR memiliki tantangan yang besar karena peseroan mengalami perlambatan dalam pertumbuhan.

“UNVR targetnya di level 4.300, secara jangka panjang kami UNVR ini memiliki tantangan kedepannya yang cukup besar. Di kuartal II tahun 2021, perseroan mengalami perlambatan pertumbuhan karena penurunan daya beli masyarakat,” kata Martha dalam Mirae Asset Media Day, Kamis (7/10/2021).

Selain perlambatan pertumbuhan yang terjadi, pertumbuhan UNVR kedepannya masih dibayangi kenaikan harga komoditas, yang mana ini akan akan mngancam penurunan margin dari UNVR.

“Walau demikian, seiring dengan pemulihan ekonomi saat ini dan membaiknya daya beli, diharapkan bisa menjadi katalis positif bagi UNVR kedepannya,” tambah dia.

Senior Investment Information Mirae Asset lainnya, Nafan Aji Gusta juga mengatakan, lonjakan harga saham UNVR ini tentunya perlu dicermati oleh investor. Menurut dia, dengan posisi kenaikan yang signifikan ini, ada baiknya jika investor bisa melakukan taking profit sebagian sembari mencermati dinamika laporan keuangan dan fundamental perusahaan.

“Secara teknikal, kita akui terjadi lonjakan harga yang signifikan agi UNVR. Jika investor sudah memiliki saham tersebut, boleh saya katakan bisa melakukan taking profit sebagian sambil mencermati dinamika laporan keuangan kuartal III tahun 2021, dan kinerja fundamentalnya seperti apa,” ujar Nafan.

Nafan mengatakan, sektor consumer goods jelang akhir tahun 2021, akan mengalami pemulihan. Hal ini seiring dengan kondisi pandemi Covid-19 yang mampu teratasi, dan pelonggaran mobilitas yang dilakukan oleh pemerintah.

“Saya juga melihat ada peningkatan aktivitas, dan tingkat indeks keyakinan konsumen Indonesia yang kembatli ke batas optimis. Mudah-mudahan pemulihan di sektor konsumsi juga akan terjadi seiring momentum pemulihan ekonomi tahun 2021,” jelas Nafan.

Sebagi informasi, UNVR memimpin penguatan di sektor consumer siang ini, mengalahkan Mayora Indah yang menguat 3,4 persen di level Rp 2.410 per saham, dan Indofood Sukses Makmur yang menguat 1,14 persen di level Rp 6.675 per saham.

Adapun net buy asing pada saham UNVR siang ini mencapai Rp 124,8 miliar. Kapitalisasi pasar UNVR adalah Rp 183,8 triliun. Dalam sepekan UNVR berhasil menguat 22,03 persen, sementara dalam 3 bulan terakhir masih minus 2,6 persen.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved