Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Perahu Rusak Terbelah Dua Diterpa Angin Kencang, Seorang Nelayan di Tarakan Nyawa Nyaris Melayang

Sanusi menceritakan angin kencang yang menghancurkan perahu yang selama ini menjadi satu-satunya tumpuan hidupnya

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH
Sanusi saat melihat kondisi perahunya yang sudah terbelah menjadi dua dan rusak parah serta tidak lagi bisa diperbaiki.TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO,TARAKAN- Cuaca ekstrem yang melanda pesisir Tarakan Rabu (6/10/2021) meluluhlantakkan perahu Sanusi, salah seorang nelayan RT 6 Kelurahan Lingkas Ujung sekitar pukul 19.30 WITA.

Sanusi menceritakan angin kencang yang menghancurkan perahu yang selama ini menjadi satu-satunya tumpuan hidupnya.

Sebelum kejadian, pukul 19.30 WITA itu, ia memang sedang tak melaut karena kondisi cuaca ekstrem beberapa hari terakhir terjadi di perairan Kaltara.

Karena tak melaut, ia pun membersihkan dan menimba air yang masuk dalam perahunya karena perahu kondisinya bocor.

“Air masuk terus karena tingginya gelombang. Tiba-tiba ada bunyi seperti mau patah, krek..krek..krekk itu. Pertama masih saya liha di depan sudah mulai kelihatan itu,” ujar Sanusi.

Baca juga: Dihembus Angin Kencang, Satu Perahu Nelayan di Lingkas Ujung Tarakan Terbelah Dua

Baca juga: Polres Tarakan Temukan Dompet, Ada 121 Bungkus Berisi Barang Haram 

Baca juga: Akui Stok Pertalite Kosong dan Sulit Dapat di Laut, Motoris Speedboat di Tarakan Antre Sejak Subuh

Namun saat itu ia belum naik ke tangga jembatan tempat ia mengikatkan perahunya. Lalu bunyi kedua kalinya dan suaranya cukup besar, terjadi saat terkena hantaman gelombang, ia pun segera terburu-buru melompat naik ke tangga jembatan.

“Saya lihat sudah kedua kalinya, perahu ikut ternaik karena gelombang cepatlah saya naik dan lempar tas saya naik ke atas jembatan,” ujarnya.

Ia mengakui, sudah tiga tahun tinggal di perahu tersebut. Ia memilih tinggal di perahu karena mempertimbangkan banyak benda berharga yang harus ia jaga. Salah satunya mesin perahu.

“Termasuk gelombang seperti tadi malam kejadiannya. Dan memang ombak tadi malam parah sekali terlalu besar dan lama kejadiannya. Kapal saya goyang goyang lalu terbelah,” ujarnya.

Ia memprediksikan, terlambat sedetik saja melompat ke jembatan, nyawanya bisa melayang. Karena ia juga mengakui sudah dalam kondisi lemah. “Kalau saya tidak naik cepat mungkin saya mati. Karena bisa-bisa ditindis perahu saya semalam itu. Apalagi kalau saya misalnya pergi melaut, saya tidak tahu lagi,” urainya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved