Breaking News:

Berita DPRD Kalimantan Timur

Produksi Kedemba di Kukar Terhenti Disoroti, Salehuddin: Pemerintah Harus Mencarikan Solusi

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Salehuddin S.Sos, S.Fil, M.Si. menyayangkan budi daya dan produksi kratom (kedemba) di Kabupaten Kutai Kartanegara

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas DPRD Kaltim
Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Salehuddin. 

TRIBUNKALTIM.CO - Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Salehuddin S.Sos, S.Fil, M.Si. menyayangkan budi daya dan produksi kratom (kedemba) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terhenti.

Hal tersebut dikarenakan sudah tidak adanya pembeli, pasca larangan kratom mulai 2022 nanti oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.

"Ini sangat disayangkan, meskipun regulasinya sampai saat ini tidak ada penegasan yang jelas bahwa kratom ini salah satu komoditas yang dilarang. Walaupun kami pernah bertemu dengan pihak BNN provinsi bahwa 2024 kratom ini dilarang," ungkap Saleh, Kamis (30/9/2021) lalu.

Baca juga: Raperda Ketahanan Keluarga Diuji Publik, Ely Hartati: Komitmen untuk Meningkatkan Ketahanan Keluarga

Legislator Karang Paci ini juga menyayangkan, saat ini daun Kratom dan bubuknya sangat bernilai ekonomi bagi masyarakat, terutama di daerah hulu.

Namun, jika dilarang, harusnya ada penegasan dari pemerintah sendiri.

Misalnya, baik dari BPOM atau dari BNN yang menegaskan bahwa tanaman ini tidak boleh.

"Jadi masyarakat tidak rugi mengembangkan tanaman ini, karena kratom ini punya komoditas ekonomi yang bagus dan beberapa dari mereka sudah mengganti tanaman kebunnya dengan kratom," terangnya.

Politikus Golkar ini mengaku, secara realistis mereka merasakan dampak ekonominya luar biasa karena pemeliharaan tanaman kratom ini tidak terlalu susah, artinya sebatas membersihkan saja.

Selebihnya kalau sudah panen satu tahunan lebih, apalagi memiliki luasan satu hektare hasilnya sudah lumayan.

"Terlepas dari itu, jika memang tanaman ini tidak dibolehkan, maka pemerintah harus mencarikan alternatif komoditas yang bisa menggantikan," ujarnya.

Baca juga: Seno Aji Hadiri Musrenbang Desa Manunggal Daya

Ia menambahkan, profesi penggantinya yang perlu dipikirkan pemerintah dan komoditas apa yang mungkin mudah ditanam, kemudian pemeliharaannya dan hasil ekonominya bagus. (adv)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved