Breaking News:

Virus Corona

Australia Perbolehkan Pelajar Luar Negeri Masuk, Kecuali China, Nepal & Indonesia, Ini Penyebabnya

Di Indonesia sendiri, sejak awal program vaksinasi nasional dijalankan, vaksin Sinovac menjadi vaksin pertama yang terdapat di Indonesia

Welgrow Travels
Ilustrasi. Sydney - Australia Perbolehkan Pelajar Luar Negeri Masuk, Kecuali China, Nepal & Indonesia, Ini Penyebabnya 

Wakil Perdana Menteri Australia, John Barilaro, mengatakan mendatangkan mahasiswa asing yang selama ini tak bisa kembali ini menjadi tahap pertama dari program uji coba.

Baca juga: Booster Vaksin Sinovac Covid-19 Tingkatkan Antibodi Hingga 7 Kali Lipat & Tanpa Efek Samping Serius

Nantinya kemudian akan dikembangkan perlahan.

Mahasiswa internasional yang didatangkan juga tidak akan dihitung atau dimasukkan dalam batas jumlah warga yang boleh kembali ke Australia.

"Yang penting, rencana ini tidak akan mengorbankan warga negara atau penduduk Australia mana pun yang ingin kembali ke rumah," kata John.

Direktur Eksekutif dari organisasi Universities Australia, Catriona Jackson memuji pemerintah NSW karena "sangat bertekad" untuk menjadikan Australia mendatangkan kembali mahasiswa internasional.

"Mahasiswa internasional banyak melakukan banyak investasi di Australia dan akan sangat senang rasanya bila melihat mereka kembali ke Australia dengan prosedur yang aman dalam sistem karantina yang kuat."

Belle Lim, mahasiswa internasional asal Malaysia dan presiden Council of International Students Australia, mengatakan para mahasiswa yang sempat diminta kembali ke negara asal mereka, sekarang senang bisa kembali ke Australia.

Belle mengatakan banyak mahasiswa internasional yang kehidupannya terganggu, termasuk karena perbedaan waktu saat kuliah, kurangnya hubungan sosial dengan mahasiswa lain, meski mereka masih tetap bisa kuliah secara daring.

"Hidup kita yang terganggu karena tak bisa membuat rencana ... sangatlah sulit bagi mahasiswa," kata Belle, seperti dilansir dari Kompas.com.

"Mahasiswa internasional membayar biaya kuliah yang sangat tinggi untuk belajar di Australia, tetapi tidak dapat memiliki pengalaman kuliah di sana, menjadi tekanan finansial dan mental yang besar. Karena keputusan baru disambut baik mahasiswa."

Sebelum pandemi, sekitar 250.000 siswa internasional belajar di NSW, membuat sektor pendidikan menjadi ekspor terbesar kedua negara bagian itu.

Pemerintah negara bagian NSW mengatakan ada 57.000 mahasiswa internasional yang saat ini mencoba masuk ke NSW.

Ada mahasiswa yang lebih diprioritaskan kembali.

Belle mengatakan akan ada banyak mahasiswa internasional yang ingin kembali, tetapi program uji coba ini menggunakan "sistem triase" sehingga mereka yang paling diprioritaskan akan bisa lebih dulu didatangkan.

Prioritas akan diberikan kepada mahasiswa S3, mereka yang hampir menyelesaikan sekolahnya, serta mahasiswa kedokteran atau bidang studi yang berhubungan dengan kesehatan.

Belle juga mengatakan sejumlah mahasiswa internasional merasa aturan vaksin di Australia yang terlalu ketat sangat bertentangan.

"Mahasiswa perlu diperlakukan secara adil dan setara ... kami akan terus melakukan advokasi untuk semua mahasiswa internasional, tetapi kami juga akan kooperatif," ujarnya.

Sementara itu penyedia akomodasi Scape akan menampung mahasiswa yang kembali ke Australia selama mereka menjalani karantina wajib selama 14 hari di kawasan Redfern, Sydney. (*)

Berita Virus Corona Lainnya

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved