Breaking News:

Optimisme Pelaku Usaha Properti Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional

Pertumbuhan ekonomi Indonesia di Triwulan II-2021 sebesar 7,07 persen (yoy) menjadi momentum pemulihan yang memberikan optimisme bagi seluruh pelaku

Editor: Diah Anggraeni
ekon.go.id
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam acara Properti Indonesia Award secara virtual, Rabu (6/10/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO - Pertumbuhan ekonomi Indonesia di Triwulan II-2021 sebesar 7,07 persen (yoy) menjadi momentum pemulihan yang memberikan optimisme bagi seluruh pelaku ekonomi.

Dari sisi eksternal, neraca perdagangan surplus selama 16 bulan berturut-turut dan mencapai US$4,74 miliar atau tertinggi sejak Desember 2006.

Baca juga: UMKM Memiliki Banyak Potensi, Maruf Amin Optimis Penanggulangan Kemiskinan di Jateng Capai Target

Ditambah lagi kondisi nilai tukar yang relatif stabil dan cadangan devisa yang mencapai US$144,8 miliar pada akhir Agustus 2021 mengindikasikan bahwa ketahanan sektor eksternal cukup kuat.

"Pertumbuhan positif di seluruh sektor dan meningkatnya permintaan menandakan bahwa upaya pemerintah sudah pada jalur yang tepat. Capaian pemulihan ini seiring dengan program penanganan Covid-19 yang semakin efektif dan tren penambahan kasus harian di tingkat nasional terus menurun. Per 2 Oktober 2021, positivity rate nasional per minggu sebesar 0,98 persen," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam acara Properti Indonesia Award secara virtual, Rabu (6/10/2021).

Keberlangsungan sektor usaha properti menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional.

Saat ini, penduduk perkotaan di Indonesia telah mencapai 56,7 persen yang diprediksi akan mencapai 66,6 persen pada 2035 dan 72,8 persen pada 2045.

Di samping itu, masih ada 15,5 juta orang yang tinggal di rumah tidak layak pada 2020.

Baca juga: Komitmen Kerja Sama dengan Stakeholder untuk Akselerasi PEN dan Wujudkan Ekonomi Berkelanjutan

Untuk itu, sektor properti terus didorong agar terus berkontribusi aktif dalam penyediaan hunian yang layak dan diperlukan strategi yang tepat dalam situasi pandemi Covid-19.

"Sektor properti memiliki multiplier-effect baik dari sisi forward-linkage maupun backward-linkage terhadap 174 sub sektor industri baik secara langsung maupun tidak langsung. Penyerapan tenaga kerja langsung di industri properti juga mencapai hingga 19 juta orang," tutur Menko Airlangga.

Berbagai insentif yang telah diberikan oleh pemerintah, antara lain, kebijakan Loan to Value (LTV) dan Financing to Value (FTV) sebesar 100 persen untuk kredit properti.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved