Breaking News:

Virus Corona di Balikpapan

Razia Prokes di Balikpapan Tengah, 13 Pelanggar Terjaring Dikenakan Sanksi

Sejumlah personel gabungan melakukan razia gabungan di kawasan Jalan Pierre Tendean, Telaga Sari, Balikpapan, Jumat (8/10/2021)

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Suasana kegiatan razia di kawasan Jalan Pierre Tendean, Telaga Sari, Balikpapan, Jumat (8/10/2021).TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN- Sejumlah personel gabungan melakukan razia gabungan di kawasan Jalan Pierre Tendean, Telaga Sari, Balikpapan, Jumat (8/10/2021).

Razia yang berlangsung setidaknya 2 jam lamanya itu, mengedepankan razia prokes, khususnya yang kedapatan tak mengenakan masker oleh pengguna jalan yang melintas.

Sekcam Balikpapan Tengah, Umar Adi mengatakan, kegiatan razia ini sejatinya berlangsung secara rutin tiap bulannya meski dengan waktu tak menentu.

"Di sisi lain walaupun Balikpapan di level 2, kami tetap gencar mensosialisasikan prokes," ujar Umar disela giat razia.

Baca juga: Mahulu Zona Hijau, Wajib Prokes Tetap Berlaku

Baca juga: Kasus Covid-19 Terus Turun di Samarinda, Komisi IV DPRD Ingatkan Tak Abai Prokes dan Cegah Kerumunan

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Covid-19, Anggota DPRD Kukar Apresiasi Sekretariat Dewan Perketat Prokes

Hingga kemudian razia usai, dari data yang tercatat ada 13 pelanggar yang terjaring tidak menggunakan masker.

Lantaran tak menggunakan masker tersebut, membuat mereka dikenakan sanksi.

Kata Umar, alternatif sanksi ada 2 opsi. Diantaranya denda administrasi dan denda kerja sosial. Dimana pelanggar bebas menentukan salah satunya.

Adapun untuk denda administrasi, pelanggar diketahui wajib menyerahkan sejumlah Rp 100 ribu.

Sementara jika kerja sosial, maka pelanggar diwajibkan untuk membersihkan sampah yang bertebaran menggunakan sapu yang disediakan.

Baca juga: Optimalkan Penanganan Covid-19, Pemkab Kukar Gandeng Forum untuk Edukasi Prokes dan Vaksinasi

Menurut Umar, dari jumlah pengendara yang melintas dengan yang terjaring tanpa masker, selisihnya berbanding jauh. Dimana pada umumnya cenderung menggunakan masker.

"Artinya sangat sedikit. Tapi masih ada yang tidak menggunakan masker," imbuh Umar. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved