Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

PTM Mulai Besok, Pedagang Pakaian Seragam Sekolah di Pasar Klandasan Balikpapan Ramai Pembeli

Semenjak level PPKM di Balikpapan diturunkan hingga level 2, Pemkot Balikpapan mengambil kebijakan agar Pembelajaran Tatap Muka kembali digelar

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH
Suasana blok pedagang seragam di Pasar Klandasan Balikpapan yang ramai pembeli sejak Jumat (8/10/2021) lalu, Minggu (10/10/2021).┬áTRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Semenjak level PPKM di Balikpapan diturunkan hingga level 2, Pemkot Balikpapan mengambil kebijakan agar Pembelajaran Tatap Muka kembali digelar.

Persisnya mulai Senin (11/10/2021) besok, secara teknis penyelenggaraannya tetap mengacu pada protokol kesehatan. Utamanya menjaga jarak lewat pembatasan kapasitas ruang belajar maksimal 50 persen.

Demikian membuat para orangtua/wali mempersiapkan berbagai hal demi menyambut itu. Salah satunya, seragam sekolah.

Seorang pedagang tekstil di Pasar Klandasan Balikpapan, Gunawan mengaku ada peningkatan terhadap komoditas penjualan seragam. Kata Gunawan, sudah sejak Jumat (8/10/2021) lalu.

"Nggak tahu, kita nggak hitung dalam sejauh apa perbedaannya. Tapi kalau 10 orang sih lebih ya," tutur Gunawan disela melayani pembeli, Minggu (10/10/2021).

Baca juga: Seragam Sekolah di Balikpapan Gratis Tahun Depan, untuk Pelajar SD dan SMP

Baca juga: Kadisdikpora PPU Sebut Bantuan Seragam Sekolah Gratis Telan Anggaran Rp 14 M Terus Jalan

Baca juga: Pemkab Penajam Paser Utara Tetap Anggarkan Program Seragam Sekolah dan BPJS Gratis 2020

Menjelang PTM besok, Gunawan mengungkapkan untuk jenis seragam yang paling dicari ialah seragam atasan putih dan celana untuk murid Sekolah Dasar (SD).

Sementara untuk penjualan seragam bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), menurut Gunawan, cenderung sepi pembeli.

"Kebanyakan (untuk) SD, soalnya anaknya tambah gemuk, pada tambah besar. Jadi mereka pada beli baru lagi, seragam atasan putih itu yang paling sering dibeli," ungkap Gunawan.

Salah satu pembeli, Rosmaniah, membenarkan bahwa anaknya yang menginjak kelas 3 SD membutuhkan seragam baru karena kondisi fisik yang cenderung gemuk.

"Kayak barusan, anak kelas 3 SD pakai ukuran anak SMA. Pakai untuk ukurannya malah sempit," cetus Gunawan.

Baca juga: Bantuan Untuk Korban Kebakaran Masih Minim, Seragam Sekolah Juga dibutuhkan

Rosmaniah kepada Tribun Kaltim, mengatakan ia membeli seragam tersebut seharga Rp 100 ribu. Rosmaniah hanya membeli seragam atasan untuk anaknya.

"Barusan cuma beli seragam aja. Kalau celananya masih muat. Alhamdulillah senang sih bisa tatap muka lagi," tukas Rosmaniah. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved