Breaking News:

Berita Berau Terkini

Ruangan Rawat ODGJ Rumah Sakit Abdul Rivai Berau Sudah Penuh, Perlu Bangunan Baru

Direktur Rumah Sakit Abdul Rivai, Nurmin Baso, mengakui ruangan khusus untuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sudah mencapai batas maksimum

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Ruang tulip di RSUD Abdul Rivai untuk pasien ODGJ.TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI 

TRIBUNKALTIM.CO,TANJUNG REDEB - Direktur Rumah Sakit Abdul Rivai, Nurmin Baso, mengakui ruangan khusus untuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sudah mencapai batas maksimum.

Ia mengakui, ruangan yang baru saja dibangun sejak 2018 silam hanya cukup menampung sebanyak 13 orang saja. Tetapi jumlah saat ini mencapai 18 pasien.

Nurmin melanjutkan pula, masih ada laporan 2 ODGJ bergejala berat yang harus segera dipindahkan lantaran mendapatkan perlakuan pasung dari orangtua.

Tetapi pemindahan juga harus melalui persetujuan dari orangtua.

“Status ruangan memang sudah penuh, ada juga beberapa yang ditolak oleh keluarga,” jelasnya kepada TribunKaltim.Co, Minggu (10/10/2021).

Baca juga: Peringati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Dinkes Berau Bikin Acara Bareng ODGJ di RSUD Abdul Rivai

Baca juga: Disnakertrans Percepat Pembangunan Balai Latihan Kerja di Kabupaten Berau

Baca juga: Wakil Bupati Kunjungi Rumah Atlet Layar Kaltim asal Berau yang Sumbang Emas di PON Papua

Mengantisipasi kelebihan pasien, pihaknya menambah sejumlah kasur pada beberapa ruangan. Sedangkan untuk pasien perempuan harus dipisahkan sendiri.

Pihaknya mengakui, memang telah memiliki wacana penambahan gedung di lokasi RSUD Abdul Rivai juga, yang pasti masih dalam kawasan tersebut dan tidak mengambil lahan yang lain. Namun, belum dipastikan kapan.

Sejauh ini penanganan ODGJ diakui Nurmin berjalan dengan baik, hanya masih kebingungan dengan beberapa pasien yang tidak bisa pulang lantaran sudah tidak bisa diterima oleh pihak keluarga.

“Kami pantau terus pasien yang ada di ruangan. Untuk beberapa yang belum bisa pulang, juga ikut menguatkan beberapa temannya disini. Kalau biaya, semua ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” tutupnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Berau, Iswahyudi mengakui penanganan kesehatan jiwa perlu penanganan yang lebih.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved