Breaking News:

Berita Samarinda Terkini

Soal Antrean di SPBU Tarakan, Satpol PP Berikan Teguran Pengelola agar Tak Layani Pengisian Jeriken

Menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait persoalan pertalite dan antrean pemilik jeriken di beberapa SPBU di Kota Tarakan, Satpol PP Kota Tarakan ak

Editor: Rahmad Taufiq
DOK/SATPOL PP TARAKAN
Satpol PP Kota Tarakan melakukan teguran kepada pihak SPBU di tiga titik. DOK/SATPOL PP TARAKAN 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait persoalan pertalite dan antrean pemilik jeriken di beberapa SPBU di Kota Tarakan, Satpol PP Kota Tarakan akhirnya turun tangan melakukan peneguran.

Dikatakan Marzuki, Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Tarakan, pihaknya membenarkan beberapa hari terakhir terjadi antrean yang panjang di beberapa SPBU, baik pengendara motor maupun mereka yang membawa jeriken ke SPBU untuk mengisi pertalite.

Menindaklanjuti hal tersebut, pada prinsipnya pihak Satpol PP memberikan teguran kepada pihak pengelola SPBU.

"Kami imbau kalau memang secara aturan memang tidak diperkenankan untuk membeli pertalite menggunakan jeriken plastik. Ada regulasinya, kalau tidak salah pakai aluminium itu boleh," bebernya.

Ia mengemukakan, sehingga pihaknya fokus memberikan teguran kepada SPBU yang terbukti melayani pembelian jeriken berbahan plastik.

Baca juga: SPBU yang Ketahuan Layani Pengetap, Pertamina akan Beri Sanksi Pengurangan Jumlah Distribusi BBM

Baca juga: Pertamina Bakal Beri Sanksi SPBU di Samarinda Jika Ketahuan Layani Kendaraan yang Sama Setiap Hari

Baca juga: Antrean Truk Isi Solar di SPBU Samarinda, Dishub Kaltim Minta Pengelola Atur Keluar Masuk Kendaraan

"Kami sampaikan ke tiga pengelola, kami datangi yakni di Mulawarman, Ladang dan Kusuma Bangsa," ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya mendatangi langsung ke lokasi pada Jumat (8/10/2021) lalu.

Dalam hal ini pihaknya mengingatkan kepada pengelola SPBU jangan sampai terulang kejadian dan ada pembatasan.

"Kami minta masyarakat yang berkendara diprioritaskan dan jangan layani yang bawa jeriken. Itu sebenarnya," ujarnya.

Pantauan pihaknya sendiri, konsumen yang sehari-hari mengambil bahan bakar di laut sangat kecil kemungkinannya mengambil di darat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved