Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Total Rp 21 Juta Terkumpul untuk Sanusi, Nelayan Tarakan Kehilangan Perahu dan Rumah Tinggalnya

Berlokasi di RT 6 Kelurahan Lingkas Ujung, Sanusi, nelayan Tarakan yang juga pemilik perahu rusak pasca dihantam gelombang dan angin kencang Rabu

TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH
Sanusi usai menerima bantuan dari KNTI dan Komunitas Tarakanku, Minggu (10/10/2021). TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Berlokasi di RT 6 Kelurahan Lingkas Ujung, Sanusi, nelayan Tarakan yang juga pemilik perahu rusak pasca dihantam gelombang dan angin kencang Rabu (6/10/2021) malam lalu, menerima bantuan perahu dari Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia atau KNTI Kaltara dan Komunitas Tarakanku.

Dikatakan Ketua KNTI Kaltara, Rustam, adapun donasi yang diberikan dalam bentuk perahu bekas namun masih layak pakai seharga Rp 17 juta.

Jika normalnya perahu yang didonasikan bisa mencapai Rp 20 juta beserta cat, paku dan bautnya. “Ini layak sekali dipakai. Beliau sudah lihat juga. Ini perahunya bisa bertahan kok selama puluhan tahun insyaAllah,” beber Rustam.

Ukuran perahu yakni sekitar 13 meter panjangnya dan standar untuk nelayan pukat. Total bantuan yang dihimpun KNTI sebanyak Rp 8.250.000 dan ada sekitar 21 muzaki. Dana tersebut sebagian menjadi tambahan untuk membeli perahu.

Kemudian lanjutnya menyusul tambahan donasi yang dihimpun KNTI sebanyak lima orang dengan total sekitar Rp 1,1 juta. Selain KNTI, dari Komunitas Tarakanku berhasil mengumpulkan kurang lebih Rp 13 juta.

Baca juga: Perahu Rusak Terbelah Dua Diterpa Angin Kencang, Seorang Nelayan di Tarakan Nyawa Nyaris Melayang

Baca juga: Dihembus Angin Kencang, Satu Perahu Nelayan di Lingkas Ujung Tarakan Terbelah Dua

Baca juga: Cuaca Ekstrem Tak Menentu Kerap Terjadi di PPU, BPBD Ingatkan Nelayan Sediakan Alat Keselamatan

“Kalau ditotal semua sekitar Rp 21.250.000. Dan sebagian dipakai beli perahu Rp 17 juta. Jadi masih ada sisanya. Sisanya ini nanti dipakai beliau beli alat tangkap seperti pukat dan lainnya,” ujar Rustam.

Rustam berharap kepada pemerintah, sudah ada fakta nelayan Tarakan banyak yang hidup di bawah garis kemiskinan. “Harapan kita kepada pemerintah supaya memperhatikan pemberdayaan ekonomi nelayan,” ujarnya.

Meski mengakui keberhasilan pembangunan dari pemerintah sudah terlihat namun dari sisi pemberdayaan ekonomi nelayan juga harus menjadi perhatian pemerintah.

“Kemudian perlindungan sosial, ekonomi. Kelangsungan usahanya. Saya kira itu yang perlu dilakukan pemerintah sesuai amanah konstitusi kita UU Perlindungan Nelayan. Jelas kewenangan pemerintah masing-masing sudah diatur dalam regulasi itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Dicky mewakili Komunitas Tarakanku bersama rekan-rekannya berinisiatif menggalang dana dan open donasi kepada masyarakat Kota Tarakan usai menerima laporan.

Baca juga: Kapal Tenggelam, Seorang Nelayan Asal Penajam Terapung di Laut Selama 5 Jam

“Jadi galang donasi dan alhamdulillah terkumpul Rp 13.190.000. Dan sudah diberikan kepada bapak sebagian untuk makan dan beli perahu,” ujarnya.

Ia melanjutkan, penggalangan dana hanya sekitar sehari dan masyarakat Tarakan begitu antusias memberikan sumbangan kepada Bapak Sanusi. “Jadi lewat rekening kami open donasi satu hari setelah kejadian itu. Jadi Kamis kami galang dana, Jumat kami tutur,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved