Breaking News:

Virus Corona di Samarinda

Wakil Walikota Samarinda Minta 80 Sekolah Tambahan yang Gelar PTM Tahap 2 Harus Siap Fisik dan SDM

Wakil Walikota Samarinda, Rusmadi menginginkan agar sekolah yang akan ditambahkan untuk pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) harus benar-benar si

Penulis: Hanifan Ma'ruf | Editor: Rahmad Taufiq
HO/HUMAS PEMKOT SAMARINDA
Wakil Walikota Samarinda, Rusmadi menekankan kesiapan sekolah yang akan membuka PTM tahap kedua pada 11 Oktober 2021. HO/HUMAS PEMKOT SAMARINDA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Wakil Walikota Samarinda, Rusmadi menginginkan agar sekolah yang akan ditambahkan untuk pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) harus benar-benar siap secara fisik dan sumber dayanya.

Mengingat akan ada 80 sekolah tambahan yang direkomendasikan Pemerintah Kota (pemkot) Samarinda untuk menggelar PTM terbatas tahap kedua mulai tanggal 11 Oktober 2021.

Rusmadi menekankan agar Satgas Covid-19 di sekolah masing-masing ataupun kecamatan tidak surut untuk melakukan pengawasan berlangsungnya PTM terbatas tersebut.

"Sekolah yang melaksanakan PTM, kita pastikan gurunya sudah divaksin, kemudian sekolahnya siap secara fisik dan juga dari kepala sekolah, guru hingga seluruh komponen sekolah siap," kata Rusmadi pada Minggu (10/10/2021).

Menurutnya sudah ada panduan penyelenggaraan PTM termasuk dalam instruksi Walikota Samarinda Nomor 11 Tahun 2021 tentang Penerapan PPKM Level 2.

Baca juga: PTM Mulai Besok, Pedagang Pakaian Seragam Sekolah di Pasar Klandasan Balikpapan Ramai Pembeli

Baca juga: Komisi IV DPRD Samarinda Dukung Penambahan Sekolah yang Gelar PTM

Baca juga: Dinas Pendidikan Samarinda Buka Peluang Tambah Sekolah Gelar PTM Terbatas

Maka sekolah yang tidak memenuhi ketentuan yang sudah diatur dalam hal penerapan protokol kesehatan di sekolah, belum dapat diperkenankan menggelar PTM.

Rusmadi juga bersyukur tak ada hal yang berkaitan dengan penularan Covid-19 selama berlangsungnya PTM selama satu bulan di 54 sekolah pertama yang menjalankan PTM sejak 20 September lalu.

"Makanya kita lakukan bertahap (membuka PTM) dan sekarang sudah bertambah lagi, tetap harus dipantau terutama oleh satgas di kecamatan dan juga puskesmas untuk terus memantau," tuturnya.

Mantan Dosen di Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman tersebut juga mendorong para guru di sekolah untuk kreatif berinovasi dalam mengajar, terutama dalam mengejar pelajaran yang tertinggal selama pembelajaran daring di masa pandemi.

"Pantauan kita di lapangan memang ketika seharusnya guru sudah masuk pelajaran di tahun kedua dan ternyata anak-anak kesulitan, maka gurunya harus mengulang, karena memang kita akui pembelajaran saat daring tidak seefektif dengan tatap muka, maka guru harus berinovasi setidaknya dalam metode mengajar," papar Wawali. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved