Breaking News:

Berita Pemkab Mahakam Ulu

Pemkab Bersama Warga dan Kontraktor Identifikasi Lokasi Pembangunan Jembatan Sungai Ratah

Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang diwakili Asisten Bidang Humas dan Pemerintahan (Asisten I), Ir Dodit Agus Riyono MP yang didampingi

Editor: Diah Anggraeni
HO/Humas Pemkab Mahulu
Asisten Asisten I Dodit Agus Riyono yang didampingi Camat Laham Petrus Juk mengunjungi lokasi pembangunan Jembatan Sungai Ratah, Senin (4/10/2021). 

"Pembangunan jembatan harus sukses, tapi di satu sisi perlu mempertimbangkan hak masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Dodit usai peninjauan lapangan.

Diutarakannya, hasil penghitungan ini akan dijadikan acuan bagi kontraktor dan tim penilai untuk menentukan nominal ganti rugi atau tali asih kepada warga pemilik lahan sesuai ketentuan yang berlaku.

"Jadi, tidak perlu lama, perusahaan disarankan menyerahkan langsung ganti rugi ke warga pemilik lahan di kampung," sambungnya.

Baca juga: Mahulu Zona Hijau, Wajib Prokes Tetap Berlaku

Camat Laham, Petrus Juk merasa lega persoalan ganti rugi yang menghambat pengerjaan proyek sejak April 2021 akhirnya bisa terselesaikan baik kontraktor maupun warga pemilik lahan sudah menemui kata sepakat.

"Hari ini sudah ditemui kesepakatan nyata. Sudah ditandatangani seluruh keluarga pemilik lahan yang sah. Kita anggap sudah tidak ada penambahan lagi," ujar Camat Laham, Petrus Juk usai identifikasi dan penandatanganan kesepakatan ganti rugi lahan di lokasi.

Perwakilan warga pemilik lahan, Hadrin Icatri juga mengaku setuju dengan kesepakatan identifikasi ganti rugi tersebut karena sudah sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain mengganti tanah, rumah dan tanaman ia juga telah menerima kesepakatan pembuatan jalan pengalih sementara bagi pengendara bermotor.

"Namanya kita membantu fasilitas pemerintah. Mau tidak mau, kita tidak mau memikirkan kepentingan sepihak kita saja," ujarnya.

Baca juga: 186 Peserta Ikut Seleksi CPNS Mahulu, Dilaksanakan 4-6 Oktober di SMKN Sendawar

Kepala Operasional PT Bahana Krida Nusantara, Suwardi mengaku, perusahaannya siap membayarkan ganti rugi dalam waktu dekat jika sudah selesai penghitungan nominal.

Segera setelah proses ituu kelar, ia akan memerintahkan para pekerja konstruksi segera memulai pekerjaan pembangunan jembatan yang sudah molor lima bulan dari jadwal.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved