Breaking News:

Lurah Terlibat Pungli

Pungli PTSL di Sungai Kapih Samarinda, Sebagian Pemohon Belum Melunasi Tarif Rp 1,5 Juta

Setidaknya ada 540 pemohon yang sudah memenuhi dan melengkapi persyaratan serta membayar biaya Pendaftaran Tanah Sistimatis Lengkap

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Dua tersangka kasus dugaan pungli PTSL di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (11/10/2021). Uang hasil pungutan liar atau pungli Lurah Sungai Kapih, Kota Samarinda bersama makelarnya yang disita secara langsung maupun dari bank oleh Polresta Samarinda.  

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Setidaknya ada 540 pemohon yang sudah memenuhi dan melengkapi persyaratan serta membayar biaya Pendaftaran Tanah Sistimatis Lengkap atau PTSL ke Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Hal itu diungkap oleh Wakapolresta Samarinda, AKBP Eko Budiarto dalam press release Pengungkapan Operasi Tangkap Tangan (OTT) perkara pungutan liar atau pungli yang dilakukan oleh Lurah Sungai Kapih dan satu tersangka lainnya terkait pengurusan berkas tersebut, Senin (11/10/2021) di Mapolresta Samarinda.

Namun ia menjelaskan, tidak semua dari 540 orang yang lolos administrasi tersebut langsung membayar lunas tarif Rp 1,5 juta yang diminta tersangka Rusli, sebab sebagian mengaku belum memiliki anggaran yang cukup.

"Jadi ada yang mengangsur untuk melunasi Rp 1,5 juta itu. Ada yang baru Rp 500 ribu, ada juga yang lunas. Kalau sudah lunas, baru berkasnya dilanjutkan ke BPN (Badan Pertanahan Nasional)," bebernya.

Baca juga: BREAKING NEWS Polresta Samarinda Merilis Pungli PTSL di Kelurahan Sungai Kapih

Baca juga: Bayar Rp 1,5 Juta per 200 M2, Korban Pungli PTSL di Sungai Kapih Ungkap Oknum PNS dan Lurah Terlibat

Baca juga: Diduga Terlibat Pungli PTSL, Lurah Sungai Kapih dan Seorang PNS Ditangkap, Polisi Segera Beber Kasus

AKBP Eko Budiarto juga menerangkan, pada saat kedua tersangka diringkus di Kantor Kelurahan Sungai Kapih pada Senin (5/10/2021) lalu.

Satreskrim Polresta Samarinda sudah menyita uang sebesar Rp 24.350.000, hasil pungli di hari penangkapan.

Lalu setelah dilakukan pemeriksaan intentif, didapati seluruh uang yang telah diterima dari pemohon sebanyak Rp 678.350.000.

Uang tersebut ada yang kami sita secara langsung, ada pula yang disita dari bank.

"Yang cash, uangnya semua disimpan di dalam lemari meja tersangka Rusli di Kantor Kelurahan Sungai Kapih," bebernya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved