Breaking News:

Gadis Kutim Ditemukan Meninggal

Ayah Juwanah Korban Pembunuhan Lihat Rekonstruksi: Perempuan Kok Dibunuh, Salah Apa

Dalam rekonstruksi pembunuhan Juwanah (25) oleh Rendi (35) yang digelar Polresta Samarinda hari ini, Selasa.

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Ayah Juwanah (baju kaos abu-abu, topi hitam) saat hendak meninggalkan Mapolresta Samarinda, usai menyaksikan rekonstruksi yang menewaskan anaknya, Juwanah, di Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Selasa (12/10/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dalam rekonstruksi pembunuhan Juwanah (25) oleh Rendi (35) yang digelar Polresta Samarinda hari ini, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa (12/10/2021).

Nampak kedua orang tua dan anak korban turut hadir dan menyaksikan reka adegan tersebut.

Pengamatan TribunKaltim.co, Subani (56), ayah Juwanah nampak tak bisa menghentikan deras air matanya saat tersangka Rendi mempraktikkan adegan ke 19 hingga 21, atau saat Juwanah berontak dan ditusuk pada bagian pundak sebelah kiri.

"Perempuan kok dibunuh. Anak saya salah apa?," ucap Subani, lirih sambil menghapus air matanya.

Baca juga: Rekonstruksi Pembunuhan Juwana Wanita Asal Kutim, Korban Sempat Meretakkan Kaca Depan Mobil

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Juwanah di Samarinda Terancam Hukuman Seumur Hidup

Baca juga: Kronologi Lengkap Pelaku Rendi Habisi Nyawa Juwanah, Sempat Beli Pisau di Minimarket di Samarinda

Berbeda dengannya, Ibu Juwanah justru hanya terduduk lesu di atas kendaraan mereka tanpa bereaksi ataupun berkata.

Sementara anak Juwanah yang masih berkisar usia 6 tahun asyik bermain di dalam mobil yang mereka gunakan.

Hingga rekonstruksi berakhir, kedua orang tua Juwanah tidak mampu berucap barang satu katapun.

Sementara itu, Sabni (64) selaku perwakilan keluarga korban mengatakan, mereka sangat menginginkan keadilan atas peristiwa nahas yang menimpa anggota keluarga mereka tersebut.

Baca juga: NEWS VIDEO Ayah Juwanah Berharap Penegak Hukum Memberi Hukuman Setimpal

Apalagi sebutnya, Juwanah merupakan anak satu-satunya, sekaligus tulang punggung keluarga.

"Juga ada anaknya masih kecil. Ini sadis sekali. Ini pembunuhan berencana," ucapnya kepada media.

Oleh sebab itu, Ia bersama seluruh rumpun keluarga berharap agar pelaku dihukum seberat beratnya.

"Kalau bisa (hukumannya) seumur hidup atau kalau perlu hukuman mati," pungkasnya sambil berlalu mengajak Ayah Juwanah kembali ke mobil usai rekonstruksi. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved