Breaking News:

Berita Berau Terkini

Dinas Pendidikan Berau Kalimantan Timur Fokus Cegah Anak Putus Sekolah

Menurutnya, di sejumlah kampung masih terbilang kondisi wilayah jauh dan di antara mereka ada yang putus sekolah.

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Ilustrasi anak sekolah di Berau. Dinas Pendidikan fokus tangani potensi anak putus sekolah.┬áTRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEBDinas Pendidikan Berau mengakui masih menemukan anak putus sekolah.

Hal tersebut diakui Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Berau, Adang Salik. Ia menjelaskan, pihaknya tengah berkonsentrasi memberikan fasilitas terhadap siswa SD yang hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Menurutnya, di sejumlah kampung masih terbilang kondisi wilayah jauh dan di antara mereka ada yang putus sekolah.

“Perkampungan Berau ini kan lumayan jauh-jauh ya, jadi agak susah untuk dari kampung lain untuk melanjutkan ke jenjang SMP. Kalau yang mampu, biasanya bisa ke daerah lain,” ungkapnya kepada Tribunkaltim.co, Selasa (12/10/2021).

Namun, pihaknya tentu memiliki upaya tersendiri, agar anak-anak di kampung pedalaman dapat terus melanjutkan pendidikan hingga 12 tahun.

Baca juga: Curhat Pilu Bocah Korban Gempa Palu, Putus Sekolah karena Kaki Lumpuh: Rindu Bersekolah Seperti Dulu

Baca juga: 2 Bocah di Kutim Ini Jongkok di Tepi Jalan, Jual Kerang Bantu Orangtua, Salah Satunya Putus Sekolah

Baca juga: Korban PPDB di Wilayah Anies Baswedan, Pelajar Yatim Piatu Peraih Ratusan Penghargaan Putus Sekolah

Adang melanjutkan seperti dengan penyediaan sekolah filial yang bergabung dengan SMP terdekat.

Nantinya, sekolah filial ini fasilitas dan gurunya di tanggung oleh SMP induk namun fasilitas ruang belajar meminjam salah satu gedung SD kampung setempat.

Yang kedua, yakni sekolah satap atau satu atap, sekolah ini secara umum merupakan SMP mandiri, namun memanfaatkan gedung SD sebagai lokasi belajarnya. Bukan hanya ruang belajarnya yang berbagi dengan SD.

Tetapi, kepala sekolah serta gurunya akan diisi oleh guru SD tersebut. “Jadi anak-anak yang lulusan dari sekolah itu tidak kemana -mana lagi dan tinggal melanjutkan di gedung sekolah yang sama,” tuturnya.

Ada pun beberapa sekolah satu atap yang telah berdiri, seperti di Kampung Teluk Sumbang, Balikukup dan Kampung Tasuk, begitu juga di Biatan.

Baca juga: VIDEO - Dari Remaja Putus Sekolah, Kini Nindiya Jadi Atlet Biliar Andalan Kota Balikpapan

Ke depan Dinas Pendidikan akan terus mendata kampung yang hingga kini belum memilik SMP, sehingga pihaknya dapat membuka fasilitas pendidkan lanjutan tingkat SMP satu atap atau filial.

Umumnya memang kecamatan yang paling banyak terjadi anak putus sekolah yaitu kampung pedalaman. Sebab, medan yang sulit serta kampung yang cukup jauh berada di pedalaman menjadikan anak-anak di wilayah itu banyak yang hanya sampai pada jenjang Sekolah Dasar.

“Ke depan akan diupayakan untuk dipenuhi SMP filial atau Satap agar bisa mengakomodir siswa menempuh pendidikan lanjutan,” tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved