Berita Balikpapan Terkini

IKN Bakal Pindah ke Kaltim, Dinas Sosial Usulkan Bangun Rumah Sakit Jiwa di Balikpapan

Pemerintah Kota Balikpapan tengah mengusulkan pembangunan Rumah Sakit Jiwa di Kota Beriman

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan Purnomo.TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN- Pemerintah Kota Balikpapan tengah mengusulkan pembangunan Rumah Sakit Jiwa di Kota Beriman.

Dinas Sosial Kota Balikpapan akan mengalihfungsikan lahan bekas atau eks lokalisasi kilometer 17 di Kelurahan Karang Joang.

Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan Purnomo mengatakan, pihaknya saat ini telah mengajukan usulan kepada Pemerintah Provinsi Kaltim.

Apabila usulan Pemerintah Kota Balikpapan disetujui, maka nantinya pemerintah kota hanya menyediakan lahan.

"Sedangkan pemerintah provinsi akan membiayai pembangunan gedung hingga desainnya," ujar Purnomo.

Baca juga: Dinas Pendidikan Beber Evaluasi PTM Hari Pertama di Balikpapan, 70 Persen Siswa Datang ke Sekolah

Baca juga: PPKM Level 2 di Balikpapan, Simak Syarat Perjalanan Terbaru dengan Pesawat Udara

Baca juga: Pejabat Kasat Lantas Berganti, Berikut Harapan Kapolresta Balikpapan

Menurutnya, keberadaan rumah sakit jiwa di kota Balikpapan sangat dibutuhkan dan memiliki urgensi tersendiri.

Ada beberapa alasan mengapa usulan tersebut dibuat. Salah satunya menyusul rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Provinsi Kalimantan Timur.

Yang mana, Kota Balikpapan sebagai Kota Penyangga dan merupakan kota transit serta menjadi kota yang sangat dekat dengan IKN.

Sehingga, ke depan Kota Balikpapan nantinya akan menjadi kota yang jauh lebih berkembang.

Sebab itu, tidak menutup kemungkinan akan semakin banyak warga yang memiliki masalah dan menjadi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

“Untuk saat ini, rumah sakit jiwa di Kaltim hanya ada di kota Samarinda saja. Daya tampungnya juga terbatas. Jadi di Kaltim setidaknya ada satu lagi," katanya.

Sementara sejauh ini, kasus ODGJ di Kota Balikpapan merupakan fenomena berulang. Purnomo menyebut pihaknya telah mendata para ODGJ.

Selain mendata, Dinas Sosial Balikpapan juga melakukan pembinaan sampai ikut melakukan proses pemulangan kepada keluarganya masing-masing.
.
“Kalau datanya saya enggak hapal, ya. Tapi jika mereka sudah pulang dari RSJ, kemudian obat rutin diminum, kemungkinan kambuh lagi sudah tidak ada,” terangnya.

Namun yang terjadi, banyak ODGJ yang lepas dari pengawasan keluarga karena berbagai hal, sehingga masih ada ODGJ yang berkeliaran di jalan-jalan kota.

“Memang dalam aturan, di kabupaten/kota itu cuma sampai sebatas penampungan. Namun mereka juga sudah ada yang kami pulangkan ke kampung halamannya,” ucap Purnomo.

Baca juga: Penyegaran Organisasi, Pejabat Kasat Lantas Polresta Balikpapan Berganti

Ia menyebut, sampai saat ini usulan dari Pemkot Balikpapan terkait kebutuhan RSJ masih dalam tahapan wacana.

Sehingga desain dan luas lahan yang dibutuhkan untuk usulan pembangunan RSJ itu belum dibahas secara terperinci.

Purnomo berharap Pemprov Kaltim bisa memfasilitasi pembangunan RSJ di Balikpapan dalam waktu dekat. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved